Tag Archives: membaca

Baca Buku dan Majalah Sepuasnya Nggak Sampai Seratus Ribu

Siapa diantara kalian yang punya budget khusus buat beli bacaan setiap bulannya? Baik itu buku, majalah maupun komik. Berapa sih yang kalian sisihkan tiap bulan?
Saya pribadi nggak punya budget khusus untuk bacaan, biasanya suka atau lagi pengen ya beli. My bad sebenernya. Karena jadi nggak tertib secara finansial. Huhu.

Omong-omong soal bacaan nih, sekarang saya punya cara mudah dan murah buat baca-baca buku juga majalah. Bukan dengan beli e-book bajakan tentunya.
Yap ada satu cara mudah dan murah buat menyalurkan hasrat membaca. Yaitu cukup dengan langganan Scoop sebesar Rp 89.000 saja setiap bulan. Iya delapan puluh sembilan ribu rupiah. Murah dong. Biasanya sekali nongkrong cantik di kafe aja habis berapa tuh.
|
Dulu sih subscribe bulanan dikenakan biaya Rp 49.000, tapi cuma bisa baca majalah aja. Terus saya sempat kaget karena naik jadi Rp 89.000. Ternyata itu karena pelanggan bisa mengakses buku yang disediakan oleh Scoop.

Sejauh ini saya merasa puas, soalnya majalah, tabloid dan buku yang termasuk premium plan dan bisa didownload pilihannya lumayan banyak. Memang meskipun sudah subscribe premium plan tidak semua bisa didownload. Tetap ada majalah & buku tertentu yang harus beli satuan jika ingin membacanya. Yang termasuk premium plan adalah bacaan bertanda diamond.

scoop

Kalau dihitung-hitung murah dong dengan delapan puluh sembilan ribu banyak bacaan yang bisa kita nikmati, cuma memang kita harus terus langganan untuk membacanya. Kalau langganan tidak diperpanjang otomatis yang kita download nggak bisa diakses. Jatuhnya mirip kayak sewa. Jika ingin memiliki seterusnya disarankan membeli satuan.

Enaknya lagi nih, satu account Scoop bisa dipakai ramai-ramai. Bisa login barengan untuk lima gadget. Jadi kita bisa sharing sama teman, pacar, kakak, adek, orangtua. Sebagai pelanggan tentunya saya berharap makin banyak judul bacaan yang ditambahkan ke premium plan. 
Kalau rumah makan punya all you can eat, Scoop punya (almostall you can read ! 😀
Tulisan ini murni saya buat sebagai ulasan pribadi, bukan karena diendorse sama Scoop meskipun tentu saja saya nggak nolak.

Berikut saya pamerkan screenshot sebagian isi library saya. Maaf karena genrenya random. Haha. Kadang saya suka aja iseng download, numpuk nggak kebaca. Another my bad. -_- 

 

scop

 

(+) Layanan Scoop Premium
– Tarif terjangkau
– Banyak pilihan judul buku bagus
– Banyak pilihan majalah & tabloid
– Bisa diakses sampai 5 device 
– Bisa unsubscribe kapan saja
– Bisa dibaca offline 

(-) Layanan Scoop Premium 
– Tidak diperpanjang otomatis, kita harus memperbarui tiap bulan
– Baru bisa untuk metode pembayaran kartu kredit
– Kurang responsif aplikasinya, cenderung lambat dan agak nge-lag

So far saya merekomendasikan sekali langganan Scoop buat yang suka baca atau pengen suka baca. Beneran deh niat saya di tahun 2017 ini menggalakkan budaya literasi khususnya untuk diri sendiri. Jangan cuma betah baca status twitter & facebook orang aja. :p

Happy Scoop-ing !

Advertisements

Membaca & Menulis ala Penulis

Jadi lagi-lagi ini adalah postingan yang kepending karena saya malasnya minta ampun. Padahal nulis tinggal nulis aja lho yaa. Kok susah. Susaaaaaaah…melawan malas :p

Padahal salah satu niat mulia saya tahun ini adalah menjelma jadi avid reader + avid writer. Maunya sih sekalian jadi avid runner, tapi saya tahu diri. Karena sore di Bandung sering hujan dan kalau pagi dinginnya minta ampun jadi apalah daya kapan saya larinya.
Ngomong-ngomong soal jadi avid reader, dulu i used to be avid reader pas kecil. Bisa baca banyak majalah dalam satu hari. Baca komik beredisi-edisi. Bisa ngabisin satu buku langsung sekali baca. Kemudian kebiasaan baca agak pudar karena banyaknya distraksi seperti game, internet, social media dan film Korea. T______T Saya jadi iri sama temen saya yang bisa ngabisin ratusan judul buku tahun kemarin. Hiks. Iya saya anaknya gampang iri :p Jadi termotivasi buat mulai memaksa diri membaca. Because reading is sexy and man who loves reading is double sexy. Coba klik akun instagram ini. :3 Susah menemukan cowok yang suka baca tapi nggak nerd. :p *banyak maunya* Kalau masalah baca pikiran kamu dari dulu sih saya sudah ahli :p Dan membaca buku jelas berbeda dari baca blog orang, baca linimasa twitter atau baca berita online.

133ae553b2fbf38481a049d82f0d6708

Kemudian beberapa waktu lalu saya iseng nanya ke beberapa writer tentang kebiasaan membaca mereka. Saya mention ke Dewi Lestari, Ollie dan Citra. Kalau nama terakhir itu saya tahu dari blognya yang banyak menulis tentang kuliah dan hidup di Taiwan. Plus mbaknya juga aktif nulis di Kompasiana. Oh iya saya juga mention ke Ika Natassa tapi kayaknya tweet saya kelewat deh.

 

 

 

Memang membaca itu nggak harus satu buku langsung habis, tapi bisa aja dalam satu hari kita membaca bergantian. Buku pertama yang selesai saya baca tahun ini adalah Kesebelasan Gen Halilintar. Gara-gara pengen tahu gimana caranya dan rasanya punya anak sebelas! Ha ha. Masih ada banyak daftar buku yang sudah dibeli belom dibaca dan yang pengen dibeli. Moga-moga rejeki tahun ini cukup buat beli buku ini itu. :p *lirik tab banyak e-book belom terjamah* Tapi baca e-book memang way harder than hardcopy book. Susah banget buat betah berlama-lama mantengin layar.

Bicara tentang menulis, saya mau belajar nulis start from the scratch. Saya sudah lama nggak nentuin angle tulisan, bikin judul, bikin lead yang menarik. Karena memang gaperna belajar secara khusus, semuanya otodidak. Bahkan saya nggak tahu-tahu amat teorinya. Nulis ya nulis aja. Padahal banyak yang jago banget nulisnya. Para expert writer seliweran di internet, oh aku ini apa. Makin pedih rasanya :’)

 

Kalau kamu, seperti apa kebiasaanmu membaca & menulis?