[HangOut] : Diana Rikasari & Dinda Puspitasari Main ke Bandung

Berasa kayak kenal terus diajakin nongkrong bareng aja. Ho ho. So, memang bener Diana Rikasari & Dinda Puspitasari dateng ke Bandung Sabtu kemarin, lebih tepatnya ke Gramedia Merdeka depan BIP, untuk talkshow buku #88 Love Life Vol.02.

Saya sendiri awalnya nggak niat-niat banget mau ikutan talkshownya. Cuma tau pas Diana posting di Instagram. Sebelum dateng ke talkshow saya udah wira-wiri kesana kemari. Pertama ke kantornya Sriwijaya Air buat ngurus refund tiket karena tiba-tiba flight saya pakai NAM Air dicancel. Abis itu ke Braga Citywalk buat cucimata di Sportwarehouse sambil nengokin Braga XXI yang baru. Fyi, sebelumnya bioskop di Braga Citywalk masih 21 bukan XXI. Lalu, lanjut ke BIP buat windows shopping gajelas. Baru abis Ashar saya nyebrang ke Gramedia.
Pas banget jam 16.00 dan udah pada memenuhi mezzanine lantai 2nya Gramedia. Saya pengen duduk paling depan biar lebih jelas. Tapi saya ngerasa agak durhaka karena belom beli buku #88 Love Life baik yang pertama maupun yang kedua. *pengakuan dosa*. Udah pernah baca dua-duanya sekilas, emang lucu dan menarik dalemnya. Cuma belum ada urgensi buat beli bukunya. Mungkin besok-besok ada yang mau ngado saya buku itu? :p Yauda saya duduk paling belakang tapi di spot strategis yang memungkinkan saya melihat Diana dan Dinda secara jelas.
Waktu mereka masuk ke ruangan rasanya saya pengen teriak-teriak ala groupies. Ha ha. Nggak deng. Jujur ngerasa seneng karena dua orang yang biasanya Cuma bisa dilihat via akun medsos mereka sekarang bisa dilihat langsung di depan mata. Terutama Diana Rikasari yang blognya sudah saya ikuti dari jaman dia belom punya UP, belom nikah, sampe sekarang sudah punya anak satu.
Speaking ‘bout the book, ini merupakan buku kolaborasi kedua yang lahir secara tidak sengaja. Lho kobisa? Yup, karena buku #88 Love Life Vol.02 ini bener-bener nggak direncanakan sebelumnya. Justru mereka berencana melakukan perayaan terbitnya buku #88 Love Life yang pertama. Terus mereka bingung mau bikin apa.
“Eh malah penerbit kami bilang, ya sudah acaranya launching buku yang kedua aja.” Jelas Diana.
Buku kedua ini tercipta secara kilat. Diana ‘Cuma’ butuh waktu *bentar saya lupa* sekitar 1-2 bulan untuk menyiapkan materi buku, sedangkan Dinda ‘Cuma’ butuh waktu 2 minggu untuk mengerjakan ilustrasinya.
“Kami diiming-imingi kalau buku kedua ini bisa dicetak dengan cover glitter dan ber-pompom. Jadi makin semangat ngerjainnya. Eh ternyata pas mau naik cetak baru ketahuan kalau kami dibohongi. Karena nggak memungkinkan untuk menggunakan glitter dan pompom,” ujar Dinda sambil tertawa. Mereka mengaku nggak kecewa meskipun ‘ditipu’ karena mereka justru melahirkan buku baru.

88lovelife-bdg
Foto dari Instagram @88lovelife

Bedanya apa #88 Love Life Vol.01 sama 02? Dari segi tampilan sekilas mirip. Gedenya mirip. Tapi warna covernya beda. Kalau yang pertama lebih stabillo pink dengan warna huruf glittery gold, sementara yang kedua warnanya cenderung fuchsia dengan tulisan glittery silver. Isi dalamnya juga beda, yang pertama dibuat ketika Diana belum menikah. Sedangkan yang kedua dibuat ketika dia sudah berkeluarga. Bisa dibilang isinya lebih matang.

Sewaktu sesi Tanya jawab rupanya pada antusias buat nanya. Nggak abis-abis pertanyaannya. Yang nanya juga masih ABG unyu-unyu, sama deh kayak saya😀 Eh ada juga lho ibu-ibu guru Sosiologi yang nanya. “Mbak, kenapa sih bukunya kok ditulis dalam Bahasa Inggris. Kan saya jadi susah ngerti isinya. Apa nggak ada rencana bikin dalam Bahasa Indonesia?” Tanya si Ibu tersebut. He he. Iya juga ya, dipikir-pikir generasi jaman sekarang mungkin lebih familiar dengan Bahasa Inggris ketimbang generasi orangtua kita. Menurut Diana buku tersebut ditulis dalam Bahasa Inggris karena dia lebih nyaman pakai Bahasa Inggris. Secara ya dia lahir besar dan kuliah S2 di LN.

“Kenapa malah bikin buku motivational quotes, bukan buku tentang fashion?” Ujar salah satu penanya. Jawabannya, karena menurut Diana fashion adalah personal statement tiap orang. Bukan sesuatu untuk diajarkan, bukan didikte. Selain itu dia merasa bukan seorang expert di bidang fashion. Kebetulan saja hobinya memang mix & match penampilan. “Karena sebenernya passion aku lebih tentang life. Aku akan bersemangat dan bisa panjang lebar kalau diajakin ngomong tentang hidup.” Ih kita samaan, Di. High five!😀
Nggak terasa acara berlangsung selama dua jam. Kelar talkshow jam 18.00 dilanjut sesi booksigning dan foto bareng. Nyesel juga kalau dipikir-pikir kenapa nggak ngajak foto ramean semua yang dateng yaa. Pasti seru. Happy banget bisa ketemu dua cewek kece nan keren ini. Masih muda tapi karya-karyanya sudah luar biasa membahana. Dan karena ketemu Dinda saya jadi pengen belajar gambar. Entah mulai darimana. Lihat portofolionya si Dinda & Diana bikin saya merasa bagaikan butiran debu.

Anyway, saya sempet nanya juga ke mereka. Tapi mau dibikin postingan terpisah. Daripada kepanjangan di postingan ini, mending kita bikin bersambung biar kayak sinetron.

We need to be creative, we need to be inspiring !❤

 

 

One response

  1. Diana emang terkenalnya sebagai fashion blogger sih ya makanya heran dia nulis buku motivasi gt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: