And the Story Goes . . .

Idup akir-akir ini berasa jungkirbalik tumpang tindih. Ha ha. Kumat.
Ya begitulah kira-kira kalau dirunut. Bulan Februari kemarin sempet guiding temen-temen yang visit Bandung. Mungkin sudah saatnya saya dinobatkan jadi duta pariwisata Bandung berlogat Suroboyo. Weekend saya juga full schedule. Alhamdulillah.

Banyak banget yang terjadi. Seneng, sedih, sebel, marah, keki, heran. Pengen sih dibikinin postingan satu-satu. Tapi biar cepet dan ringkas kira-kira recapnya seperti ini,

8 Februari : Maen-maen ke Ciwidey. Hujaaaan deres ! Jadi nggak bisa foto-foto cantik. Yaiyalah pergi pas musim hujan namanya nekat. Mana cewek-cewek imut bertiga doang.

12 Februari : Main ke rumah dinas Walikota Bandung. Wawancara istri beliau. Main ke Rumah Musik Harry Roesli, wawancara sama anak-anaknya.

13Februari : Ikutan workshop pegdoll. Lebih tepatnya sih nemenin liputan workshop. Tapi jadi tahu caranya bikin pegdoll. 😀

16 Februari : Pelepasan dari proyek E-Commerce sekaligus peletakan jabatan.

17 Februari : Ultah papa yang ke 54. Selamat ulangtahun Papa. Sekaligus  hari pertama di divisi baru, komunikasi korporat. Lebih tepatnya setengah hari pertama.Soalnya saya ditahan-tahan biar ntar aja pindahnya. Siapa sih yang rela jauhan sama saya? :p

18 Februari : Cicut pergi😦 [Dan nggak bakal balik lagi]. Nyesek banget pas dikasih tahu Cicut udah nggak ada. Ternyata sebelumnya Cicut sudah dirawat di klinik hewan selama 3 hari. Indikasinya kena hepatitis dan sudah telat dirawatnya. Kalau kata temen saya yang dokter hewan, kena virus Fiv. Terimakasih untuk 3,5 tahun yang indah. ‘Till we meet again.

20 Februari : Backpacking ke Cilacap berempat sama temen-temen angkatan. Pertamakalinya dateng ke nikahan adat Batak, saya merasa lagi di Sumatra. :D Overall Cilacap is not a friendly city for us.😦 Anyway, happy wedding Yosua & Merry 🙂

21 Februari : Kerja Bakti di Alun-alun Kota Bandung dalam rangka #PosIndonesiaBergerak. Bayangin baru sampai Bandung jam 4 pagi, tidur jam setengah 5 pagi terus jam 6 berangkat ke alun-alun masih setengah nyawa. Awalnya mau interview Pak Dirut, but since lot of media ask for his time so I decide not to have exclusive interview with him.

24 Februari : Jadi saksi pencatatan pernikahan di Dispendukcapil Bandung. Terharu rasanya pas diminta buat jadi saksi nikahan. Ha ha. Lebay.

26 Februari : Liputan ke Bosscha, Lembang. Ini juga pertamakalinya saya pergi jauh naik motor sendirian. Rada deg-degan sih. Apalagi jalannya nanjak dan kanan kiri bis truk gede gitu. Saya ketemu Pak Menkominfo Rudiantara. Tapi nggak foto bareng soalnya emang gabisa foto bareng. Rame dan si bapaknya buru-buru juga. Well, hari ini tempat saya tumbuh besar yaitu DetEksi Jawa Pos no longer exist. Yeah pimpinannya memutuskan mengganti nama DetEksi jadi Zetizen. Sedih? Pasti.

29 Februari : Kabisat ! Hayolooo, siapa yang mau jadian? Nembak? Ngelamar? Nikah? Tanggalnya bagus buat bikin momen soalnya cuma diperingati 4 tahun sekali :p

 

Kalau dipikir-pikir ternyata banyak juga pengalaman pertamakalinya saya. Dan begitulah, we lose we win. We’re suffering. We’re grateful.🙂

Now, I am ready for March !

 

1533f938ec00d94b3928291aaa50a369

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: