Membaca & Menulis ala Penulis

Jadi lagi-lagi ini adalah postingan yang kepending karena saya malasnya minta ampun. Padahal nulis tinggal nulis aja lho yaa. Kok susah. Susaaaaaaah…melawan malas :p

Padahal salah satu niat mulia saya tahun ini adalah menjelma jadi avid reader + avid writer. Maunya sih sekalian jadi avid runner, tapi saya tahu diri. Karena sore di Bandung sering hujan dan kalau pagi dinginnya minta ampun jadi apalah daya kapan saya larinya.
Ngomong-ngomong soal jadi avid reader, dulu i used to be avid reader pas kecil. Bisa baca banyak majalah dalam satu hari. Baca komik beredisi-edisi. Bisa ngabisin satu buku langsung sekali baca. Kemudian kebiasaan baca agak pudar karena banyaknya distraksi seperti game, internet, social media dan film Korea. T______T Saya jadi iri sama temen saya yang bisa ngabisin ratusan judul buku tahun kemarin. Hiks. Iya saya anaknya gampang iri :p Jadi termotivasi buat mulai memaksa diri membaca. Because reading is sexy and man who loves reading is double sexy. Coba klik akun instagram ini. :3 Susah menemukan cowok yang suka baca tapi nggak nerd. :p *banyak maunya* Kalau masalah baca pikiran kamu dari dulu sih saya sudah ahli :p Dan membaca buku jelas berbeda dari baca blog orang, baca linimasa twitter atau baca berita online.

133ae553b2fbf38481a049d82f0d6708

Kemudian beberapa waktu lalu saya iseng nanya ke beberapa writer tentang kebiasaan membaca mereka. Saya mention ke Dewi Lestari, Ollie dan Citra. Kalau nama terakhir itu saya tahu dari blognya yang banyak menulis tentang kuliah dan hidup di Taiwan. Plus mbaknya juga aktif nulis di Kompasiana. Oh iya saya juga mention ke Ika Natassa tapi kayaknya tweet saya kelewat deh.

 

 

 

Memang membaca itu nggak harus satu buku langsung habis, tapi bisa aja dalam satu hari kita membaca bergantian. Buku pertama yang selesai saya baca tahun ini adalah Kesebelasan Gen Halilintar. Gara-gara pengen tahu gimana caranya dan rasanya punya anak sebelas! Ha ha. Masih ada banyak daftar buku yang sudah dibeli belom dibaca dan yang pengen dibeli. Moga-moga rejeki tahun ini cukup buat beli buku ini itu. :p *lirik tab banyak e-book belom terjamah* Tapi baca e-book memang way harder than hardcopy book. Susah banget buat betah berlama-lama mantengin layar.

Bicara tentang menulis, saya mau belajar nulis start from the scratch. Saya sudah lama nggak nentuin angle tulisan, bikin judul, bikin lead yang menarik. Karena memang gaperna belajar secara khusus, semuanya otodidak. Bahkan saya nggak tahu-tahu amat teorinya. Nulis ya nulis aja. Padahal banyak yang jago banget nulisnya. Para expert writer seliweran di internet, oh aku ini apa. Makin pedih rasanya :’)

 

Kalau kamu, seperti apa kebiasaanmu membaca & menulis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: