[Sharing] Ikut Placement Test Wall Street English

Tadaaa !!!

I’m still in my lil-bit-long-holiday. It’s Maulid Nabi for us moslem, and X-Mas for Christian. Lot of things happened recently. While I feel like riding a rollercoaster.ūüėÄ Up and down.

Pas orang-orang pada balik ke kampung masing-masing a.k.a mudik akhir tahun, saya malah tidur-tiduran cantik dikosan. Karena dua minggu sebelumnya saya sudah pulang duluan. Tapi entah kenapa momennya seperti sudah diatur. Jadi saya sih fine-fine aja nggak kemana-mana. Malah enak nggak perlu macet-macetan di jalan.

Hari ini Sabtu, berarti lusa sudah Senin. Ternyata libur 4 haripun nggak terasa. Terasa sih, terasa menggendut di badan akibat aktivitas menimbun lemak.

Kamis kemarin pas hari pertama libur saya iseng-iseng ikutan¬†placement testnya Wall Street English. Awalnya sih waktu seminggu sebelumnya ke PvJ (Paris van Java) saya ditawari ikut tes sama mbak-mbak SPG cantik bertopi santa claus. Yauda saya setuju mencatatkan nama, no telepon dan … umur. Mbak, harusnya nggak usah pakai umur yak. Abisnya pas liat di daftar itu rata-rata umurnya masih pada belasan tahun. Saya yang paling berumur. >< Rupanya saya dikonfirmasi via telepon dari Jakarta untuk menentukan waktu tesnya. Okay saya pilih Kamis sore karena toh saya juga nggak ada acara khusus.

Apa itu Wall Street English? Tempat kursus Bahasa Inggris yang saya beberapa kali pernah denger tapi nggak bener-bener familiar kayak kursusan lainnya. Makanya saya mau-mau aja ikut placement test, itung-itung ngukur kemampuan berbahasa Inggris saya yang nggak maju-maju. Yang bisanya cuma Yes, No, Thanks, Whatever, Sorry, udah gitu aja. Ha ha. Sekalian biar makin tahu tentang Wall Street English.

Sesampainya di PvJ, ohya Wall Street English ini terletak di SOHO, seberang PvJ, lantai atasnya Grapari Telkomsel. Saya mampir dulu ke Solaria, baru inget masih ada voucher dari LINE yang expirednya 31 Desember besok. I ordered fish and chips plus Teh Tarik. Abis kalau tes dulu nanti laper malah susah mikir, tapi kekenyangan juga ujungnya saya ngantuk sih. Hoam serbasalah.

Kelar makan saya nyeberang ke SOHO. Wall Street English menempati lantai 5 dan 6. Tapi resepsionisnya ada di lantai 6. Saya dipandu oleh Miss Airin ke dalam, ditunjukin ruangan-ruangannya. Karena hari itu tanggal merah jadi nggak ada jadwal kursus. Sepiiiii. Sampai di ruangan semacam lab komputer dijelaskan bahwa tesnya online. Terdiri dari grammar, listening dan reading. Tinggal klik-klik aja jawabannya. Alhamdulillah lancar sih, cuma pas reading saya melakukan kedodolan. Saya bingung sebelah mana bacaannya kok cuma jawaban-jawaban doang, masa iya pertanyaan logika yang jawabannya bebas. Ketika hasil tes keluar ternyata beneran skor reading dan vocabulary saya rendah banget. Usut punya usut, yang saya kira instruksi tes itu ya ternyata memang bacaannya. -________________- Kemudian saya minta tesnya diulang lagi. Beneran kan hasilnya jauh lebih bagus dari yang sebelumnya :p Kapan sih saya sembuh dari kedodolan ><

Menurut hasil tesnya saya masuk ke level Upperway Stage 3. Dan itu cukup butuh 3 level lagi untuk expert English plus mencapai nilai IELTS min 6.5. Yaiyyyy ! Yang saya agak heran adalah nilai listening saya tertinggi diantara tes-tes lainnya. Padahal dulu saya paling nggak bisa listening. Malah pas saya pernah wawancara pemain basket dari Australia sama Amerika dulu saya pengen nangis rasanya. Saya bisa ngomongnya, bisa tanya,  tapi kesulitan denger dia jawab apa. T_________________T Mungkin listening saya improve karena sering dengerin lagu, nyetel film tanpa subtitle dan selalu nyetel saluran TV kabel di kosan. Tanpa disadari lumayan berpengaruh juga. Tapi malah conversationnya yang susah improve karena nggak ada partner bicara.

WSE

Untuk melewati 3 level itu saya butuh waktu 6 bulan saja. Karena hitungannya 1 level bisa diselesaikan dalam waktu 2 bulan. Enaknya lagi disini nggak ada jadwalnya, kita bebas datang kapan saja sesuai keinginan kita. Pokoknya minimal dalam 1 minggu 2 x 2 jam. Sangat boleh untuk lebih dari itu. Dan nggak melulu aktivitas di kelas karena ada¬†social club¬†juga. Jadi inget sahabat saya di kursusan sebelah yang kegiatan kursusnya¬†cooking class, movie club, haloween party etc.¬†Melihat tempatnya¬†sih cozy¬†banget. Saya jatuh cinta pada ruangan yang bersih, simpel dan lega. Tapi … saya deg-degan pas nanyain biayanya. Langsung adem panas seketika. Soalnya sewaktu saya¬†browsing¬†tentang WSE ini, banyak yang bilang mahal. Jadi berapakah biaya kursus di Wall Street English saat ini? Okeyy jadi untuk sekarang biayanya 8 juta sekian per level, saya bulatkan jadi 9 juta. Tapi kalau ambil paket langsung 3 level cuma kena 19 sekian atau saya bulatkan 20 juta, lebih murah 7 juta. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai, kartu kredit atau kredit AEON.

Dari bahagia karena skor tes yang bagus kemudian saya seperti digetok di kepala. *pingsan seketika* Yaaaaaaaaaa gimana ya, memang ada harga ada rupa. Tapi harga segitu jauh dari budget saya yang staf BUMN biasa aja. Bahkan setaun aja belom tentu saya bisa ngumpulin 20 juta :p Kalaupun ada duit segitu mungkin saya milih kuliah S2 atau langsung kabur ke luar negeri sekalian. Ha ha. *lirik brosur vespa piaggio* *lirik brosur sewa gedung kawinan* *lirik brosur katering*

Ya kalau gitu doain gaji saya dua digit biar bisa kursus di WSE. Atau ada program beasiswa? *ngarep*

Terlepas dari harga kursus yang mahal (Ah jaman sekarang pendidikan yang bagus memang mahal. Kualitas pendidikan jadi monopoli para kapitalis. Halah-halah ngomong opo :p ) saya rasa disini tempat yang tepat buat belajar sungguhan. Bukan yang asal les terus pasrah bisa apa nggaknya. Wall Stret English sendiri baru ada di Jakarta dan Bandung. Berdiri sejak tahun 2014, masih baru banget ya. Pusatnya di Barcelona. Di Wall Street English PvJ jumlah murid dan alumninya ada sekitar 900an. Lumayan banyak juga.

Oiya saya juga dapet ilmu baru tentang belajar bahasa. Jadi salah kaprahnya pendidikan itu kita belajar stepnya membaca – menulis – mendengar – bicara. Padahal belajar bahasa itu lebih gampang kalau mendengar – bicara – membaca – menulis. Kan kayak kita waktu kecil aja kita bicara dengan menirukan orang-orang di sekitar kita, baru setelah lancar bicara kita belajar baca dan tulis. Makanya rata-rata kita kalau Bahasa Asing cenderungnya pasif, bisa sih baca, tau artinya, pas ngomong gelagepan.

Selain itu juga setiap orang punya self pace masing-masing. Sementara itu selama ini kan kita dituntut punya ritme belajar yang sama selama sekolah. Hiks. Padahal bisa saja saya susah belajar Fisika dan teman yang lain agak lambat memahami pelajaran Biologi. Kalau di WES ini ya masing-masing silahkan belajar sesuai kemampuannya. Asyik kan?

Jadi apa rencana saya setelah ini? Kayaknya saya masih akan terus belajar otodidak sampai ada kesempatan belajar secara formal (dan syukur-syukur gratis) :p Teteeeeeeeep gamau modal. *dilempar kamus Oxford* Saya berharap perusahaan mau bayarin saya kursus disini. Atau mungkin WSE ngajuin kerjasama korporat gitu yak :3

Goal saya belajar Bahasa Inggris untuk percakapan, skor IELTS dan menulis jurnalistik serta bisnis. Kalau kamu, gimana caramu belajar Bahasa Asing dan untuk apa?

3 responses

  1. Ikutan EF aja udah cukup ah menurutku, gile bener Wall Street mahaaallll. Dulu selain kursus aku beli majalah bhs inggris, nonton tanpa teks (kalaupun pake teks, teksnya bhs inggris jg), nulis diary dlm bhs inggris. Terus speaking ya krn pacaran jdnya lancar, kudu bisa berantem sih, hahahahahahahaha. Ini jaman 10 tahun lalu tapi jd harus dilihat lg kualitas kursus EFnya juga… selamat belajar yaaaa

    1. Hehe . Belajar sendiri gitu efektif nggak ya? Iya nih jadi pengen cari-cari info tentang EF. Makasiii supportnyaūüėÄ

  2. No worriesūüôā btw aku br inget les EFnya mah dulu 15 taun yg lalu bukan 10. Lupa umur nih. Heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: