Proyek Amal #2 : Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak

Yaiyyy ! Melanjutkan keisengan saya bikin acara amal waktu ulangtahun kemarin, kali ini saya bikin lanjutannya. Saya nggak nyangka teman-teman saya pada antusias dan request biar saya bikin lagi yang chapter 2 ini. Soalnya yang kemarin memang tanggalnya pas menjelang tanggal tua alias pada bokek belum gajian. Saya terharu juga karena iseng-iseng ini ternyata bisa berlanjut dan menular. Yeaaaa.. Bahkan ada teman yang menyarankan supaya saya mengadakan charity project setiap bulan. Wah menyenangkan juga sih, tapi tapi tapi … berarti saya harus ngider-ngider mencari tempat yang layak dibantu. Biar merata. Jadi kita lihat nanti ya kedepannya bagaimana.

Banyak yang nanya, kenapa sih bikin-bikin acara beginian? Dalam rangka apa? Saya ulangi lagi, sebenernya nggak ada tujuan yang spesifik. Kalau kemarin pas ultah ya pengen aja bersyukur dan berbagi. Awalnya cuma mau saya sendiri aja nyumbang pakai duit pribadi. Cuma kalau saya aja kan nominalnya nggak banyak, semampu saya, makanya saya ajakin temen-temen biar kita semua menghimpun dana. Dan di Surabaya juga saya udah beberapa kali ke panti-panti asuhan buat nyumbang dari tabungan saya. Murni pengen berbagi dan jadi pengingat saya biar banyak-banyak bersyukur.

Charity project kali ini sasaran saya adalah Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak yang terletak di Jalan Ciumbuleuit. Kenapa disana? Soalnya saya milihnya masih based on googling sih. Dan lokasinya nggak jauh dari kosan saya. He he. Dasar males pergi jauh-jauh.

Siang-siang saya dateng ke panti. Nggak susah nyari pantinya karena memang lokasinya di pinggir jalan. Sebelah kiri jalan, beberapa meter setelah Hotel Harris. Karena tanggal merah jadi pengurusnya banyak yang libur. Tapi adik-adiknya justru ada di panti semua karena memang libur sekolah. Sebagian pengurus disini adalah PNS, sebagian lainnya honorer. Saya disambut oleh Pak Yuyun dan Pak Nandang selaku pengurus panti. Beliau berdua tinggal di panti ini.

Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak ini dihuni sebanyak 80 anak rentang usia SD sampai SMA/SMK. Kuota yang disediakan memang 80 anak. Rata-rata dari mereka adalah anak yatim, piatu, yatim piatu atau ditelantarkan kedua orangtuanya. Biasanya akan ada laporan dari Kecamatan di daerah asal anak-anak tersebut mengenai anak yang memerlukan pertolongan dan perlindungan. Baru kemudian ditindaklanjuti. Bedanya di panti ini mereka tidak bisa tinggal selamanya, melainkan hanya sampai lulus SMA/SMK. Setelah itu saat kuliah biasanya dicarikan beasiswa ke instansi atau perusahaan.

Saya sempat berkeliling-keliling ke asrama putra dan putri. Saat itu masuk waktu shalat Ashar dan mereka melaksanakan shalat Ashar berjamaah di masjid milik panti. Asrama putranya ya khas anak-anak cowok. Berantakan. Ha ha. Yang agak bikin gimana gitu adalah aroma kurang sedap di area kamar mandi pria. Mungkin bisa lah ya diajarin lebih bersih dan disiplin. *oh-saya-emang-rewel-masalah-kebersihan-kamar-mandi*
Keadaannya berbeda dengan asrama putri yang terlihat lebih bersih dan rapi. Serta tidak ada bau-bau aneh. He he. Tapi saya nggak ngintip kamar-kamarnya karena tertutup rapat. Adik-adiknya ramah-ramah karena setiap papasan mereka tersenyum malu-malu.

01-tile

Ketika saya bertanya apakah banyak mahasiswa berkunjung ke panti, dijelaskan oleh Pak Yuyun cukup banyak dan cukup sering. Misalnya saja setiap hari Jumat ada mahasiswa ITB yang datang untuk memberikan bimbingan belajar. Dari kampus-kampus lain juga ada. Ah, saya senang jika adik-adik di panti dapat banyak teman, bukan jadi objek penelitian semata. Senang selanjutnya adalah saat ditanya saya asli mana.

“Surabaya Pak!”

“Oh, jadi neng disini kuliahnya dimana?”

“Eh? Ehm, sebenernya saya sudah lama lulus pak. Saya sudah kerja.”

“Oya? Oh saya kira kuliah,” ujar si bapak dengan takjub dan nggak percaya. Ho ho.

*dilempar kotak amal* *disambit bakiak musola*

Si bapak-bapak berdua mempersilahkan saya buat main-main lagi ke panti. Whoaa..saya pemalu pak. Mau-mau aja sih. Tapi canggung dan matigaya juga ya kalau sendirian gitu. :p Yah kali-kali saya bisa bimbing adik-adiknya ke jalan yang tidak benar. *lho*

Kalaupun ada yang perlu diperbaiki menurut saya sih perpustakaannya. Karena belum ada perpustakaan khusus. Adanya ruang belajar berisi bangku-bangku dan di kanan kirinya ada buku-buku tapi kurang memadai buat saya pribadi. Harusnya ada rak khusus dan ditata sedemikian rupa. Oiya, kalau mau bikin acara di panti juga bisa. Soalnya mereka punya aula yang lumayan lega, juga ada masjid yang cukup mengakomodir banyak orang.

Si bapak cukup kaget waktu saya menyebutkan jumlah donasinya. Buru-buru saya jelaskan kalau donasi tersebut hasil patungan dengan teman-teman.

“Oh jadi ceritanya saya ajak teman-teman buat beramal rame-rame, Pak. Ini sumbangannya datang dari berbagai daerah lho! Surabaya, Jakarta, Bandung, Madura, dll. Sumbangan dari seluruh Indonesia, Pak. He he.”

Bapaknya mengangguk-angguk senang. Kalau saya sih nggak sebaik itu, Pak. :p Tapi ya siapa tahu besok-besok nominal sumbangan kita bisa terus meningkat. Yang penting istiqomah yes sodara-sodara.

“Alhamdulillah. Makasih buat neng dan teman-temannya. Semoga dibalas kebaikannya. Nanti kami doakan neng dan teman-temannya.”

“Okayy pak. Siap! Doakan kami segera dapat jodoh, dapat kerja, dapat momongan, dan lancar segala urusannya ya Pak.”

Begitulah kelakuan donatur tak tahu diri yang langsung request macem-macem. Ha ha.

Setelah melakukan serah terima amplop berisi donasi sekaligus daftar nama donaturnya dan berkeliling kemudian saya pamit undur diri pemirsa sekalian. Sampai jumpa di proyek amal saya selanjutnya. :*

blur

Jadi bagaimana kalau saya bikin acara amal lanjutan? Sebenernya konsepnya bisa macem-macem juga sih. Nggak melulu ke panti asuhan. Misalnya,

  • Bagi-bagi alat ibadah (mukena, sarung, quran) ke musola/masjid di tempat-tempat umum seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan
  • Bagi-bagi nasi bungkus ke gelandangan dan anak jalanan. Cuma saya agak ngeri kalau yang ini. Takut terjadi kerusuhan seperti acara Sahur on the Road yang ujung-ujungnya pada berebut.

Dan yang terdekat ini sebenarnya saya ingin membantu para korban asap di Riau dan sekitarnya sana. Hanya saja saya masih belum tahu bakal dititipkan kemana sumbangan saya tersebut. Karena nggak memungkinkan buat saya terjun langsung ke lapangan. Semoga asap di Riau dan sekitarnya segera hilang. Semoga hujan segera turun menghalau asap. Semoga kebaikan hati selalu menyertai kita semua. Amin.  *edisi solehah*

Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak
Ciumbeuleuit – Bandung
Jl. Ciumbeleuit No. 105, Bandung
Telp. (022) 203 7349

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: