Movie, Interesting Way To Learning and Travelling

(Mungkin) tidak ada satupun jatuh cinta di dunia ini yang sia-sia.

Termasuk jatuh cinta pada karya bernama film.

Yap, saya menikmati saat-saat menonton film. Meskipun saya bukan maniak film yang setiap ada rilis film baru lalu langsung meloncat ke bioskop terdekat. Saya orang yang pemilih, dalam berbagai hal, termasuk genre film. He he.
Film yang paling sering saya tonton bukan jenis film yang berefek-efek wow. Karena menurut saya film-film tersebut ya bagus di efeknya saja. Saya suka film yang ada jalan ceritanya, yang lucu, menghibur atau yang pakai mikir.

Bagi saya film adalah suatu karya, layaknya lagu atau buku. Dibutuhkan kreativitas dalam pembuatannya. Kecuali film abal-abal yang nggak jelas apa yang ingin disampaikan.  Itulah mengapa saya mengacungkan jempol untuk para seniman film.

Dengan menonton film, saya jadi bisa berkeliling dunia. Cukup duduk manis saya tahu oh begini suasana London, oh ini toh India, oh kayak gini kebiasaan orang-orang Jepang. Gampang banget kan? Berkat menonton film juga akhirnya saya jadi punya tekad buat mengunjungi tempat-tempat yang ada di film tersebut.

Selain itu seringkali film juga memberikan saya inspirasi sekaligus membantu saya berimajinasi. Maklum saja saya punya imajinasi tingkat tinggi yang seringkali nggak dipahami sama orang-orang di sekitar saya. Dikatain ngayal dan nggak masuk akal udah jadi makanan sehari-hari.Yeeeee namanya aja imajinasi. *eh curhat* Palingan saya ngayal jadi penyanyi broadway *karena saya paling nggak bisa nyanyi* atau jadi dancer yang menguasai banyak tarian. Enggak kok, saya nggak pengen jadi Cinderella atau Rapunzel .___.

Hal lain yang menyenangkan dari film kita bisa belajar. Mulai dari yang paling sederhana yaitu belajar bahasa. Nonton film bisa ngasah kemampuan Bahasa Inggris lho. Apalagi kalau nonton film yang nggak pakai subtitle *padahal terpaksa* *terus puyeng sendiri*. Nggak cuma bahasa Inggris. Kalau sering nonton film Korea maka jadi familiar dengan Bahasa Korea.
Pelajaran lain yang bisa diambil yaitu cara karakter di film tersebut dalam menyikapi suatu masalah. Bagaimana mereka menyelesaikan konflik. Yup, film juga bisa menjadi sarana belajar kehidupan yang menyenangkan.

Faktor selanjutnya yang bikin saya cinta sama film adalah bagaimana suatu film mampu mengilustrasikan suatu hal pada penontonnya. Sebagai contoh, saya jadi tahu kehidupan pengacara atau jaksa itu seperti apa. Saya jadi ngeh susahnya jadi selebritis. Atau bagaimana sisi lain profesi dokter. Begitulah, rasanya seru bisa tahu info semacam itu.

Film bioskop pertama saya seingat saya adalah semacam kisah Ramayana atau Mahabarata, waktu itu saya nonton di TMII dan masih kecil sekali, belum sekolah. Sekitar umur 3 tahun. Teruuuus saya nangis deh di gedung bioskop itu gara-gara takut sama suara sound yang menggelegar. Alhasil selama film diputer saya tutup mata sama telinga. -____________-

Kedua kalinya nonton di bioskop waktu SD, film sejuta umat, Petualangan Sherina. Saya inget banget nontonnya di bioskop tertua di Surabaya, harga karcisnya 6000 rupiah. Haduuuuuh murah banget. Kemudian saya mulai suka nonton film-filmnya Lindsay Lohan, Mary-Kate & Ashley Olsen, Hillary Duff yang ngehits di kalangan ABG cewek pada masa itu.

Film terakhir yang baru saya tonton adalah Pitch Perfect yang pertama. Ini gegara sekuelnya lagi ditayangin di bioskop saya jadi penasaran dengan cerita filmnya yang pertama. Ternyata bagus juga filmnya.

Jadi adakah rekomendasi film favorit kamu yang wajib saya tonton?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: