Main ke Indonesia Markeeters Festival 2015

I got chance to attend Indonesia Markeeters Festival 2015 yang diadakan di Trans Convention Center. Perwakilan dari bagian saya empat orang didampingi bapak Sekretaris Proyek. Acara ini diadakan oleh MarkPlus, yah siapa sih yang nggak pernah denger nama Hermawan Kertajaya sebagai founding father MarkPlus. Kami sampai di Trans Convention Center yang letaknya di dalam Trans Luxury Hotel pas sudah di tengah-tengah Pak Hermawan menyampaikan sambutannya. Jadi agak ketinggalan entah beliau ngomong apaan di awal.
Pak Hermawan menekankan pentingnya masuk ke ranah online media saat ini. “Namun perlu diingat. jangan coba-coba masuk ke online media jika tidak siap dibully. Karena media online memang membuat orang mudah berinteraksi, membuat komentar baik positif maupun negatif.” Saya setuju dengan statement tersebut, perlu mental kuat untuk menghadapi keras dan pedasnya omongan orang di dunia maya. Karena hal-hal tersebut diluar kendali kita.
Social media account menjadi salah satu media pemasaran yang sangat ampuh. Everything can go viral quickly ! Yang penting tahu cara memanfaatkannya secara optimal.

“Untuk apa punya banyak channel sosmed jika tidak dirawat. Ada facebook, twitter, instagram, pinterest, gplus, tapi semuanya jarang update. Akan lebih baik jika punya satu tapi tepat sasaran”, tutur Pak Hermawan.

Agree! Karena kita nggak perlu memaksakan diri ada dimana-mana jika memang belum mampu mengelola akun-akun tersebut. Misalnya saja kita jualan baju dan memperkenalkan produk kita via instagram, ya sudah fokus aja di instagram. Posting hal-hal menarik di instagram kita, pastikan update setiap hari.

Acara dilanjutkan dengan pemberian award Marketeers of The Year 2015 Bandung untuk berbagai sektor seperti perbankan, keuangan, pemerintahan, dan lain-lain. Ternyata MarkPlus juga mengadakan case competition untuk tingkat mahasiswa. Aaah jadi pengen balik mahasiswa lagi biar bisa ikutan marketing case competition. 

Kemudian pengumuman Five Best UKM Bandung yang ternyata semuanya milik anak-anak muda. Yeayy! Lima UKM yang dinobatkan sebagai terbaik di Bandung tersebut yaitu,

StaiNo : pembersih noda (super surfaktan) yang terbuat dari limbah pisang, milik mahasiswa ITB
Lazuli Sarae : produk batik denim, milik alumni ITB
Mathca : kartu permainan edukasi untuk belajar matematika
Growbox : kotak berisi bibit jamur tiram, saya pernah tahu produk ini sebelumnya. Kebetulan salah satu manajer saya juga beli dan pernah dibawa ke kantor.
Restu Mande : rendang instan, pernah nyobain sekali. Rasanya lumayan enak, dagingnya empuk, bumbunya terasa. Bisa didapatkan juga disini.

Seneng gitu ya ngeliat anak-anak muda berani jadi enterpreneur. Satu langkah besar. Karena yang diadu bukan cuma harga dan merek, tapi juga kreativitas mereka. Saya juga penasaran kenapa anak muda di Bandung kreatif-kreatif. Apa di daerah lain nggak bisa seperti ini? Surabaya misalnya.🙂

Pada saat sesi pak Ridwan Kamil beliau sempat menyebut proyek Little Bandung yang akan direalisasikan di Seoul, Korea Selatan. Semoga sukses dan lancar pak. Semoga tidak hanya Little Bandung, tapi kita juga bisa punya Little Indonesia in every single country around the world. Of course to introduce our beautiful yet awesome country. 🙂

When we talk about marketing, it’s something that very dynamic. Pergeseran selera, perubahan perilaku, tren-tren yang ada, teknologi, semua mempengaruhi bagaimana cara marketing kita. Namun seperti yang diungkapkan Hermawan Kartajaya – OK saya salah sebut dengan mengira namanya Kertajaya, kalau itu sih nama jalan di Surabaya – tiga poin utama marketing yaitu Positioning, Differentiation dan Branding. 

Karena acara ini bertajuk ASTRA International Indonesia Marketing Festival 2015, maka nggak heran kalau Honda sebagai salah satu merek milik Astra mendapat porsi besar untuk berbicara. Well, mereka menceritakan posisi saat ini sebagai market leader dan mengalami peningkatan marketshare. 

Beberapa poin penting tentang bagaimana Honda melakukan marketing yang berhasil saya catat :
Shooting the fast moving target.
Fast regain the market share significantly.
Lead the big orchestra of company to sing the same song.

.do brand tuning
.do brand balancing
.product branding activation : dilakukan sesuai STP masing-masing produk. Jadi bisa berbeda antara satu sama lain.

Marketing without a strategy is like music without melody. It’s just a bunch of noise. ~ Honda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: