Cara Terbaik Menikmati Hidup

How’s the best way in enjoy your life? 

Pertanyaan ini tiba-tiba muncul saat saya mengamati sekeliling saya dan mendapati banyak fenomena menarik. Ada beragam jenis orang yang melakukan hal-hal berbeda untuk menikmati hidupnya.
Sebagian orang menganggap menikmati hidup adalah bisa memakai pakaian dari brand ternama atau pakaian yang sedang ngetren.
Sebagian menganggap menikmati hidup berarti bisa makan menu-menu enak dan lezat.
Sebagian orang memilih menikmati hidup dengan membeli buku-buku terbaru.
Sebagian orang merasa menikmati hidup berarti berolahraga. Menganut gaya hidup sehat.
Sebagian lainnya berpikir bahwa liburan atau travelling ke suatu tempat merupakan cara menikmati hidup yang tepat.
Intinya biasanya orang menikmati hidup dengan menyalurkan pada hobi atau kesukaan, biasanya aktivitas tersebut membutuhkan effort berupa waktu, tenaga dan uang.

Sampai kemudian tidak sengaja saya membaca SPT Tahunan teman saya yang tergeletak di atas meja. Dan ternganga membaca asetnya. Untuk ukuran orang seusia saya dia punya tabungan cukup banyak. Sebenarnya cukup masuk akal mengingat gaya hidup dia yang sangat sederhana. Saya langsung  tertohok. Kemana sajaaaaaaaaaaaa saya selama ini. Ha ha.

Kemudian kami pun memperbincangkan si teman saya tersebut di depan dia. Ha ha. Apalah ngomongin orang terang-terangan di depannya. Salah satu teman saya mengaku iri dan menyesal karena tidak bisa menumpuk aset sebanyak itu. Yang langsung disanggah oleh teman saya yang lain.

Menurut saya, justru dia kurang tahu cara menikmati hidup. Hidup ini tentang pengalaman. Mungkin kamu tidak punya tabungan sebanyak dia, tapi lebih banyak hal yang sudah kamu coba dibandingkan dia. Nyesel mana? Nggak punya uang atau nggak punya pengalaman?

Pertanyaan tersebut langsung saya jawab. Dua-duanya. Ha ha. Paling bagus emang punya banyak tabungan dan punya banyak pengalaman. :p Maunyaaaaa…
Yeah, kemudian saya dan teman saya membenarkan. Memang ada harga yang harus dibayar untuk suatu pengalaman. Seorang teman saya tabungannya nggak seberapa tapi dia udah dua kali dong liburan naik kapal pesiar. Sementara teman saya yang rekeningnya gendut ini bahagia dengan langganan internet unlimited. Nggak perlu makan mahal, nggak perlu belanja-belanja online, nggak perlu kencan *karena emang nggak punya pacar* Ha ha.

Eh tapi jangan-jangan memang seperti itulah cara teman saya menikmati hidupnya. Keluar duit sesuai keperluan lalu sisanya ditabung. Mana tahu kalau tiba-tiba dia beli rumah atau berangkat haji ke Mekkah😀
Cuma tetep aja masih amazing dengan orang yang bisa segitunya tirakat nggak ngapa-ngapain.

Kemudian saya dan teman-teman saya langsung memberikan ide. Kalau jadi dia mumpung masih jomblo mending ambil paket tur keliling Eropa. Ha ha.😀 Itu sih kepengenan pribadi kita-kita. Ha ha.

Oiya saya jadi ingat, kapan hari baca thread  di Kaskus tentang anak muda yang bisa beli rumah sendiri karena dia bener-bener berhemat. Gatau deh, bukannya iri saya ngerasa jatuhnya dia jadi riya’ dan menjelek-jelekkan gaya hidup orang lain. Terus saya baca satu komentar yang ditulis kaskuser yang sepemahaman sama dia, intinya bilang kalau paling anti sama gaya hidup anak jaman sekarang. Sok-sokan makan ke tempat mahal, sok-sokan travelling cuma buat dibilang keren.

Lah kok jadi mereka yang sewot sama orang travelling, sama orang yang makan enak. Kan itu pilihan mereka sendiri buat nggak travelling dan nggak makan enak. Kompensasinya ya mereka akhirnya bisa beli rumah. Ya mungkin memang ada orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut demi pengakuan. Tapi sebagian lainnya ya menganggap makan, nonton, jalan-jalan murni sebagai leisure. 

Saya pribadi juga nggak suka dengan orang yang memaksakan diri liburan atau nonton konser cuma buat dibilang keren. Padahal belinya pake ngutang atau sampai mengorbankan tabungan. Boleh kok nonton konser kalau ada duit lebih. Boleeeeeh. Atau memang sudah ada yang disisihkan tersendiri jauh-jauh hari jadi tidak mengganggu arus kas utama.
Like I always said to myself. Life should be balance. 

Saya nggak menolak ngopi-ngopi cantik. Tiap bulan ke Starbucks tapi cuma pas tanggal 22 karena ada promo tumbler 50%. Ho ho. Jadi kalau ditanya saya menikmati hidup dengan cara apa, alhamdulillah saya menganggap hidup menarik dan menyenangkan jadi ya kudu dinikmati dengan banyak cara. Bahkan dengan hal terkecil sekalipun. Contohnya memberi kejutan pada orang lain. Membantu orang yang membutuhkan. Buat saya itu juga bentuk menikmati hidup.
Seringkali keinginan-keinginan tersebut juga tercapai dengan cara yang nggak diduga. Dan masih banyak waiting list yang lain. Misalnya, ketemu sama Lee Min Ho di Seoul and having date with him. *ngayal* *diarak fansnya Lee Min Ho*. Terus saya pengen makan di salah satu hotel di Surabaya yang harganya lumayan gila. Pengen, tapi belum, ngerasa belum pantes kalau sekarang ini. But at least once, I will try them. 

Jadi jawabannya, tidak ada cara terbaik untuk menikmati hidup. Karena ada banyak cara dan berbeda-beda.

Jangan bandingin hidup kita sama orang lain. Jangan samakan kenikmatan kita sama yang lain.
Your life your way. Do it in a good and right way! 🙂

Adios !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: