FF2in1 : Antara Angka dan Kata

Lembaran kertas berserakan di hadapanku. Filofax-ku penuh coretan dan stabilo warna-warni. Aku si deadline hunter harus berlari sekencang mungkin menyelesaikan seluruh task ini. Kulirik layar smartphone.ku yang nampak sunyi sepi. Tidak ada sms masuk, telepon, whatsapp, BBM, Line atau apapun yang dapat membuat indikator LEDnya menyala. Aku tahu bukan salah Harris bilang ia tidak menghubungiku. Pukul segini pasti dia sudah tertidur kecapekan setelah pulang kerja. Sementara aku usai layout masih harus menyiapkan naskah dan bahan untuk rapat redaksi besok.

Time to sleep, pikirku yang sudah berbaring di atas kasur. Suara ringtone mengagetkanku. Perlahan kuangkat.

“Halo! Morning!”

Suara di seberang nampak segar dan penuh semangat.

“Morning Ris. Selamat bekerja ya, aku capek mau tidur. Nanti telponan lagi ya.”

Kudengar desahan di seberang sana. Aku tahu Harris kesal, tapi dia pasti mengalah.

“Oke. Tapi … ”

“Tapi apa?”

Harris mengurungkan kalimatnya.

“Ah nggak. Kamu tidur aja gih.”

Telepon dimatikan. Aku tahu karena pertanyaan yang sama juga kusimpan. Sampai kapan kami seperti ini? Harris si bankir yang hidupnya teratur. Bekerja dari pagi hingga malam. Sedangkan aku Anya si wartawan yang bekerja dari malam sampai pagi dengan siklus hidup berantakan dan jungkirbalik. Kami susah menemukan quality time seperti pasangan normal lainnya.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam FF2in1 yang diselenggarakan @nulisbuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: