Marriage Talk

Marriage for me is … A BIG THINK.

It’s not just about I love you and you love me, let’s live together.
It’s not just about ‘menghalalkan’ yang ingin dihalalkan. Kalau gitu doang mah mending daftarin aja ke MUI biar dapet logo halal.

Marriage is a commitment to spend the rest of your life with your life partner. 

This is not just about marrying two but marrying the whole of both family. 

Kenapa saya tiba-tiba membahas pernikahan? Sebenernya nggak tiba-tiba juga. Toh pernikahan merupakan topik yang selalu menarik dari generasi ke generasi. Tadi saya barusan baca twit-twit yang membahas pro kontra menikah sambil kuliah. Ada yang bilang bakal lebih memotivasi buat lebih lulus, jadi semangat kuliah. Tapi ada juga yang bilang kalau kuliahnya jadi molor bahkan bisa-bisa berhenti di tengah jalan. Jadi mana yang bener? Nggak ada jawaban salah bener. Karena semua depend on the person alias yaaaa situasi kondisi tiap pasangan kan beda-beda.

Back to my opinion about marriage. Saya paling males kalau nikah dikaitkan dengan umur, dikaitkan dengan pekerjaan, dikaitkan dengan ini itu. Menikahlah karena memang sudah waktunya menikah.
Kapan waktu yang tepat untuk menikah? Ya nggak tahu. Wallahu alam 🙂
Jangan menikah karena semua teman-temanmu sudah menikah terus kamu jadi panik sendiri. Karena kesiapan mental dan finansial setiap orang berbeda-beda.
Jangan menikah karena cinta membara yang menggebu-gebu. Kamu akan bingung sendiri ketika bara cintanya padam lalu apa yang harus kamu lakukan untuk mempertahankan pernikahanmu.
Jangan menikah karenaaaaaaaaaaaa kamu takut kamu tergoda dengan orang lain. Tergoda mah tergoda aja. Bahkan orang yang sudah menikahpun masih amat sangat mungkin sekali untuk mudah tergoda. Jadi pernikahan bukan solusi yang membuat kamu jadi lebih setia.

Ada beberapa kasus di sekeliling saya dimana setelah menikah muncul penyesalan yang beruntut tiada ujungnya.
Menyesal memilih orang tersebut jadi suaminya. Itu kan konyol banget. Apalagi kalau kita memilih sendiri, bukan dijodohkan.
Menyesal karena menikah itu melelahkan, harus melakukan pekerjaan rumah tangga, cucian tiada habisnya, meladeni maunya suami yang minta ini itu, mertua yang intimidatif dan doyan mengintervensi. Bla bla bla.
Penderitaan itu akan terasa semakin berlipatganda manakala punya anak. Rumah hancur berantakan, anak rewel, bla bla bla.
Serius saya sedih setiap mendengar keluhan semacam itu. Kok kayaknya tidak mensyukuri pernikahannya? Kok hobi amat hidup dalam penyesalan? Nggak capek apa yah. Kuping saya aja capek dengernya, mata saya capek baca keluhan-keluhan itu.
Omong-omong soal mertua, namanya juga manusia pasti ada nggak cocoknya. Tapi selama mau saling toleransi aja sih rasanya nggak masalah. Semoga ya semoga saya, kamu, kita bisa menyayangi mertua kita nanti seperti kita menyayangi dan melindungi kedua orangtua kita. Thanks to them that already raised our future wife/husband until their children become nice person with a good personality. Jangan sampai yang dicintai cuma anaknya aja. Yang ngelahirin siapa, yang ngerawat siapa, yang ngedidik siapa kok enak banget kita cuma mau hasil jerih payahnya. ><

Menikahlah ketika niatmu baik, ketika niatmu murni untuk beribadah.
Dan saat pernikahanmu tidak perjalanan semulus yang kamu bayangkan, luruskan lagi niatmu.
*nasehat untuk diri sendiri*
Some people may be difficult to understand the essence of marriage. Or won’t understand at all.
Tapi ketika niatnya baik, diawali dengan cara yang baik, Insha Allah akan diberi jalan yang baik pula.

Menikah tidak semenyeramkan itu, tapi juga tidak seremeh itu.

Jadi kalau kamu, apa yang membuatmu memutuskan menikah? :]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: