Ride the Rollercoaster

Kalau ditanya saya orang yang seperti apa, sebenarnya saya cukup well planned. Saya menginginkan segala hal terencana dan tertata dengan baik. Contoh kecil saja, misalnya besok hari libur maka saya sudah punya ancang-ancang atau semacam to do list mau melakukan apa saja. Meskipun eksekusinya belum tentu :p Tapi setidaknya sudah ada semacam acuan gitu lah.
Nah, tapi kadang-kadang saya juga suka melakukan suatu hal secara spontan. Contohnya saja tiba-tiba saya membeli tiket untuk pulang ke Surabaya padahal rencana awal saya masih 2 bulan lagi. Saya ingin pulang, saya kangen rumah, Surabaya dan seisinya. Itu sudah cukup jadi alasan kuat untuk pulang. Meskipun harus bongkar celengan :p
Saya ke Surabaya naik kereta api Turangga dan balik Bandung naik pesawat Air Asia yang harga tiketnya cuma beda 100ribu tapi selisih perjalanannya 13 jam :3

tiket

Kepulangan saya ke Surabaya ternyata disambut dengan beberapa kabar tak terduga. Dan semuanya kabar kurang baik. Ah emang kok ya, kabar kurang baik suka dateng keroyokan. Kalau kata orang udah jatuh ketimpa duren. Hooo..benjol.

Kabar sedih pertama saya terima dalam perjalanan di atas kereta api. Sssst…orang rumah saya nggak satupun yang tahu kalau saya pulang. Ha ha. Mau sok-sokan ngasi surprise ujung-ujungnya saya sendiri yang terkejut -.-
Adik saya memberi kabar kalau kucing saya tiba-tiba melahirkan. Serumah nggak ada yang tahu kalau dia melahirkan. Ternyata anaknya sudah meninggal ketika lahir. Hiks. Mana anaknya cuma seekor pula. Heran, biasanya kucing kalau beranak langsung banyak. Kenapa ini anak tunggal yaaa.

Pas di depan rumah saya teriak-teriak manggil orang rumah, mama papa saya langsung kaget😀 Kata si mama, “dasar ni anak tukang banyol. Kok kayak mimpi tahu-tahu kamu disini. Kirain masi di Bandung.”
Hal pertama yang saya lakukan adalah menguburkan si almarhum anak kucing yang malang itu😦 Kasihan kamu ipus kecil. Kasihan juga ngeliatin kucing saya yang mondar-mandir bingung sambil bolak-balik ngejilatin anaknya biar anaknya bangun.

Saya menghabiskan waktu di Surabaya dengan menghadiri kondangan. Karena memang itulah hobi saya. Dateng ke kondangan :))))) Kondangan pertama menggunakan adat Jawa Tengah dan kondangan kedua ala-ala orang Cina. Kontras tapi seru sih bisa dateng ke macem-macem kondangan. Beberapa bulan lalu saya dateng ke kondangan ala Minang. Hmm, mungkin harus dimasukkan ke wishlist saya, datang ke acara kondangan dengan adat dari Sabang sampai Merauke.

Saya balik ke Bandung hari Senin. Sebelumnya sudah ijin atasan saya untuk masuk setengah hari saja. Senin pagi saat bangun hujan turun sangat deras. Padahal dua hari kemarin cuaca cerah. Kayaknya kontrak si pawang hujan sudah habis. Saat bangun itulah saya mendengar kabar yang cukup … hm … susah dijelaskan. Intinya perasaan saya campuraduk. Pait, asem, kecut. Meskipun di sisi lain saya juga bersyukur. Yah yah, selalu ada yang bisa disyukuri di tengah badai.
Yea it’s a disaster. It’s a storm. It’s a hurricane. It’s an earthquake. 
I hope everything gonna be alright. Everything must be OK.

Kabar yang saya dengar itu sebetulnya bagi saya bukan pukulan besar. Tapi impactnya itulah yang saya khawatirkan. Selain itu tidak semua orang bisa melihat dari sisi yang saya lihat. Tidak semua orang memandang dari kacamata yang sama dengan saya.

Namanya juga hidup. Naik turun datar. Pasti ada kan. Mana ada manusia nggak punya masalah, mana ada manusia nggak dikasih ujian. >< Jangan-jangan Tuhan udah males sama kamu, makanya kamu dicuekin. *random mind blowing*
Mungkin sekarang inilah yang wajib dihadapi, dilewati, diatasi, for a better something. 

Saya kaget, sedih, kecewa, marah. Bohong deh kalau saya nggak ngerasain apa-apa.
Kemudian saya teringat dengan pesan papa saya,
“hati-hati dalam bekerja.”

OK, I learn something. Kita tidak pernah tahu siapa backstabber, siapa betrayer, even our closest friend.😉

Semoga kita tidak termasuk kumpulan orang-orang yang suka mengorbankan & mengkambinghitamkan orang lain demi kepentingan pribadi. AAAMIIIIN.

*Ohiya, omong-omong ini 1st trip saya di tahun 2015. *nggak penting*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: