Belajar jadi (eh dari) Seleb

Don’t say anything while you’re angry ! 
Hal tersebut benar menurut saya. Karena saat marah seringkali kita lepas kendali, terus ngomongin hal yang enggak-enggak, kasar, atau akan kita sesali kemudian. Saya rasa ini juga berlaku bahwa saat kita lagi panas-panasnya emosi sebaiknya jauh-jauh dari smartphone atau laptop. Biar kita nggak tergoda bikin status aneh-aneh di BBM, ngetwit yang alay, atau nulis postingan yang merugikan diri sendiri dan orang lain🙂

Nah, kebetulan beberapa hari lalu saya lumayan keselzh karena abis di underestimate, dituduh, dicurigai oleh sekelompok orang tertentu. Untungnya saya nggak memilih buat nanggepin mereka dengan komen yang kasar dan pedes. Biarpun di dalam hati amit-amit jabang bayi rasanya.

Beliau-beliau tersebut menganggap saya tidak capable, masih anak kemarin sore, sotoy de el el. Ya sih, paling gampang memang membalas mereka dengan adu argumen. Tapi daripada dong saya ngegubris mereka dengan eyel-eyelan nggak jelas nggak ada abisnya nggak ada ujungnya, kayaknya mending prove it wrong! Kedepannya saya jadi pengen berbuat sesuatu yang bisa nunjukkin kalau saya nggak seperti yang mereka bilang. Emang dimana-mana pualing guampang alias gencil alias gampil itu ya ngomenin orang. Komentar itu geratis sodara-sodara. Nggak butuh effort lebih.

Kalau dipikir-pikir nggak beda sih sama saya juga, sukanya ngomentarin seleb ini begini, seleb itu begitu. Nah, nampaknya saya kudu segera berguru ke para seleb itu. Bukan berguru buat nggak tahu malu yak. Tapi gimana caranya tebel kuping, cuek bebek and life still must go on. Lihat aja di akun instagramnya Syahrini yang komen negatif lumayan banyak, tapi si mbaknya mah sabodo teuing gitu. Oke Syahrini, saya resmi berguru sama kamu yak. Tapi jangan diajarin guling-guling di taman, bisa penyet bunga-bunganya ketimpa badan saya. -.-

Saya cuma lagi antisipasi aja sih, sapatau kedepannya saya bener-bener jadi seleb. Seenggaknya saya sudah punya skill. Kalaupun nggak jadi seleb yaudah nasib, jangan sok seleb aja pokoknya. :p

Jadi kalau kamu dihina dikit aja tersinggung, dikritik aja tersinggung, coba deh pikir lagi. Tuh para public figure banyak banget yang menyerang dengan kata-kata kasar. Gerak dikit aja pasti yang ngomen sekampung. Mereka nggak memusingkan hal-hal tersebut. Bisa ngontrol diri buat nggak ngamuk-ngamuk. Kita juga pasti bisa dong😉 Nggak gampang emang, tapi nggak gampang bukan berarti nggak bisa.

2 responses

  1. Setuju banget, karena seringnya malah nyesel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: