Review Film : Doraemon, Stand By Me.

Setelah satu tahun ditunggu-tunggu dan teasernya yang sudah lebih dulu muncul di Youtube, finally film animasi pertama Doraemon yang berjudul Stand by Me masuk juga ke Indonesia. Sayangnya film ini tidak diputar di jaringan bioskop XXI melainkan di Blitzmegaplex. 
Untuk mendapatkan tiketnya cukup susah karena sudah di pre-sale jauh hari sebelum filmnya tayang. Waktu datang ke bioskop pun harus mengantri panjaaaaang sekali. Saya saja kebagian tempat duduk yang agak depan. Booming film Doraemon ini bener-bener dimanfaatin sama Blitzmegaplex dengan menggelar aneka event. Misalnya penjualan snack seharga 90ribu yang isinya popcorn, softdrink dan goodie bag bergambar Doraemon. Kemudian menyediakan kartu blitzmegaplex khusus edisi Doraemon yang langsung sold out. 


Lalu bagaimana dengan filmnya sendiri?
Alih-alih sedih sebenernya film ini lebih banyak lucunya sih. Bahkan menurut saya nggak ada sedih-sedihnya. Padahal mbak-mbak belakang saya sampai nangis mingsek-mingsek. Mungkin si mbaknya lelah, mungkin juga kelilipan. Tapi persahabatan antara Nobita sama Doraemon emang digambarkan so sweet banget. Apalagi Doraemon itu sahabat yang bener-bener loyal dan bisa diandalkan. :3 Sepanjang film kita akan disuguhi gambar-gambar animasi yang bagus. Tokoh-tokohnya jadi pada good looking semua kayak abis oplas. Shizuka-nya cantik banget. Giant sama Suneo juga mukanya nggak nyebelin-nyebelin amat. Dekisugi ganteng. Nobita? Tetep aja dodol. Hihi. Adegan filmnya jadi semacam recap alat-alat yang pernah dipakai Nobita dan teman-temannya. Lumayan buat nostalgia masa kecil. Karena saya demen banget baca komiknya saya masih inget betul alat-alat yang dipakai tersebut. Sayang endingnya antiklimaks. Terus saya ngelihat bullying yang dilakukan Giant ke Nobita tiba-tiba jadi sadar kalau selama ini komik Doraemon cukup vulgar juga memperlihatkan bullying dalam pergaulan. Yang kuat melawan yang lemah. Takutnya malah jadi ditiru sama bocah-bocah. Tapi overall film ini saya rekomendasikan sebagai hiburan😀

Omong-omong, ini pertamakalinya saya nonton di blitzmegaplex *pengakuan*, karena biasanya level nonton saya cuma layar tancep, paling banter donlot di laptop. Ha ha. Saya masih nggak tau apa bedanya nonton di blitz dibandingin XXI. Maksudnya nggak lebih bagus, tapi juga nggak lebih jelek. Sama aja. Yang jelas parkiran PVJ a.k.a Paris van Java yang selalu bikin emosi jiwa dan raga, menguras tenaga dan menguji kesabaran. Antri masuk sejam, cari parkiran sejam, antri keluar sejam. Yaelaaaa..di Mallnya sendiri waktunya cuma seuprit. Huuuu… Semoga pihak pengelola parkir PVJ mau mempertimbangkan parkiran yang lebih layak. Kalaupun nggak ada lahan kan bisa dibuat parkiran tingkat.

One response

  1. Untungnya saya nonton pas pemutaran hari pertama di Blitz Teraskota Tangerang. Film jam 10.30 mulai antri jam 10.00 masih banyak kursi yang kosong😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: