Mengelola Keuangan Pribadi

Setelah kerja (lagi) dan merantau di luar kota nun jauh di mato, saya baru ngeh kalau ternyata ngatur keuangan pribadi itu ngeri-ngeri sedap. *halah*
Rasanya bener-bener beda dapet gaji dulu dan sekarang. Kalau dulu gajian dibaginya cuma buat uang saku bulanan, bayar kuliah sama nabung. Udah itu aja. Secara gitu saya masih tinggal sama orangtua, jadi makan juga lebih sering di rumah, tidur gratis. Listrik sama air juga nggak bayar. Ho ho.
Nah begitu saya hijrah ke kota kembang ini barulah merasakan tantangan baru dalam mengelola keuangan. Padahal gaji jauh lebih besar dibandingin jaman part-time pas kuliah (alhamdulillah), tapi pengeluaran juga jadi lebih besar. *kunyah slip gaji*

Mama saya sampai sering sekali bilang, “Kalau nggak punya uang bilang ya, jangan sampai nggak makan lho.” Ha ha. begitulah kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Padahal nggak mungkin kalau sampai nggak cukup duitnya. Cukup sih cukup, tapi pertanyaannya bisa nabung nggak? Lari kemana aja uangnya? Amit-amit kalau udah kerja masih minta uang ke orangtua.

Awal-awal kerja saya cuma membagi gaji jadi nabung dan pengeluaran sehari-hari. Alhamdulillah selalu bisa nabung tiap bulan. Cuma setelah di breakdown lagi ternyata pos-pos untuk alokasi uang cukup banyak juga. *inhale exhale*

Nah jadi saya mau ngasih gambaran tentang kemana saja kira-kira si gaji ini dialokasikan.

Pengeluaran Tetap (Tiap Bulan)

1. Bayar Kos
Kalau yang ini tiap orang beda-beda ya, tergantung dimana kita ngekosnya. Ada yang murah, ada yang rata-rata, ada juga yang lumayan mahal. Ho ho.
2. Zakat Maal
Khusus bagi yang muslim ada tuh kewajiban membersihkan penghasilan alias zakat mal. Setau saya zakat mal bisa dibayarkan dengan dua cara. Pertama langsung aja satu kali dalam setahun dengan menghitung total penghasilan setahun. Atau bisa juga agar tidak terasa berat dibayarkan rutin setiap bulan, persentasenya 2,5%.
3. Uang Saku
Meskipun uang gaji itu adalah uang kita sendiri tetep kita harus menjatah uang saku buat diri kita. Anggep aja kayak masih jaman sekolah atau kuliah, sebulan maksimal kita boleh keluar uang berapa banyak. Uang saku ini didalamnya udah termasuk makan sehari-hari (oh masak sendiri jauh lebih murah,tapi males belanjanya -______- ), transportasi (bensin atau angkutan umum), pulsa, dan untuk hobi misalnya nonton atau beli buku.
4. Cicilan
Ini buat yang sudah ada tanggungan cicilan rumah, tanah atau kendaraan. Sementara ini saya belom ada. Pengen banget suatu saat punya rumah atau apartemen sendiri. Bantu doa dan uang muka ya. :p

Tabungan
1. Qurban
Karena qurban ini dilakukan setiap setahun sekali jadi saya rasa lebih baik dipersiapkan jauh hari dengan menyisihkan uang gaji. Daripada tiba-tiba pas udah waktunya qurban harus ngeluarin uang dengan jumlah yang lumayan, pasti kerasa banget. Mendingan langsung aja bikin ancang-ancang, misalnya mau qurban kambing, berapa harga kambing dibagi 12, itulah yang harus kita sisihkan tiap bulan.
2. Tiket Pulang
Sebagai anak rantau yang kampung halamannya lumayan jauh dan berat diongkos kemarin-kemarin saya cukup kedodoran juga harus bolak-balik beli tiket pulang karena memang tidak menyediakan anggaran khusus. Pengennya setiap bulan bisa menyisihkan untuk tiket pulang, jadi tahun depan setiap kali saya ada rencana pulang sudah ada anggaran khusus. Karena seringkali beli tiket kereta atau pesawat dilakukan jauh hari. Kalau pas nggak ada uang kan ngenes banget. -.-
3. Menikah
Uhuk! Menikah itu murah, biaya pestanya yang mahal luarbiasa. Mengutip kata-kata teman saya, “jadi raja dan ratu sehari tapi gembel bertahun-tahun.” Ih amit-amit yaaa. Bayangan tentang biaya nikah yang meliputi gedung, catering, undangan, souvenir dan kawan-kawannya cukup bikin sakit kepala. Harus mulai dipersiapkan sedini mungkin. Nanti setelah menikah tabungannya bisa diganti jadi tabungan pendidikan anak😀
4. Liburan
Almost everybody loves travelling. Apalagi kayaknya sekarang travelling udah jadi salah satu hobi mainstream alias banyak banget yang rela menyisihkan uang demi mengunjungi tempat-tempat tertentu. Pengennya saya tiap tahun bisa liburan di dalam dan ke luar negeri. Aaamiiin. Kalau yang tabungan khusus buat liburan ini sih saya belum ada :p
5. Haji
Sudah lama juga kepikiran pengen haji. Semogaaaa dikasih kesempatan menunaikan rukun islam ke-5 ini. Ongkos haji nggak murah, kira-kira sama deh kayak DP rumah atau mobil. Kalau sejuta-dua juta wah bisa pada berebut berangkat tuh. Keinginan saya memberangkatkan haji kedua orangtua. Mungkin bisa dimulai dengan membukakan tabungan haji. Syukur-syukur bisa berangkat bareng sekeluarga. Tapi saya masih mempertimbangkan apa sebaiknya nabungnya dalam bentuk reksadana aja.
6. Dana Tidak Terduga
Pos yang ini khusus untuk uang yang nggak boleh diutak-atik, kecuali dalam keadaan darurat. Anggep aja uang lupa gitu. Kalau nggak salah persentasenya menurut salah satu pakar finansial itu sekitar 10-15 persen dari gaji.

Investasi
1. Reksadana
Produk reksadana ini pertamakali saya dengar kira-kira 2-3 tahun yang lalu. Tapi waktu itu saya masih belum terlalu tertarik buat mempelajari lebih dalam. Terus karena makin sering mendengar tentang reksadana akhirnya saya penasaran juga buat browsing dan baca-baca informasi mengenai reksadana. Singkatnya reksadana itu mengumpulkan uang kita untuk membeli saham secara kolektif. Kan kalau kita beli saham sendiri butuh duit banyak banget tuh. Kalau reksadana bisa dimulai dari Rp 100.000 rupiah saja. Nanti uang kita akan dikelola oleh penyedia produk reksadana. Saya udah mulai nyoba beli dikit-dikit, pengennya bisa rutin.
2. Emas
Jenis investasi ini biasanya diminati sama ibok-ibok dan cewek-cewek, termasuk temen-temen saya sendiri rata-rata sudah berinvestasi emas. Kalau saya beloooom, soalnya harga emas mahal yaaa. -______-  Kebetulan saya juga nggak suka pakai perhiasan dan kalau beli yang logam mulia bingung mau disimpen dimana. Takutnya malah keselip terus ilang. Kecuali belinya langsung yang batangan 1 kilo. Ha ha. Udah gitu kalau kita berharap harga emas naik sama aja kita berharap rupiah melemah terhadap dolar. ><

Pengeluaran Tidak Tetap
1. Servis Kendaraan
Yup, pengeluaran buat servis motor atau mobil atau jet pribadimu. Ganti oli dan lakukan servis rutin. Kadang-kadang ongkosnya nggak cuma jasa servis juga, tapi juga biaya ganti busi, lampu, atau spion misalnya. Jadi siap-siap aja kalau sudah waktunya servis.
2. Kado Ultah/Pernikahan
Saya merasa perlu memasukkan anggaran untuk ulangtahun dan pernikahan. Kalau anggaran ulangtahun untuk orang-orang terdekat seperti keluarga, pacar dan sahabat. Sedangkan anggaran untuk kado atau buwuh pernikahan ini juga cukup penting mengingat pas lagi banyak-banyaknya undangan nikah pasti kerasa banget ngeluarin duitnya. He he.
3. Sedekah
Sedekah disini merupakan sedekah di luar zakat wajib. Misalnya memberi pengemis di jalan atau menyumbang untuk kegiatan kemanusiaan. Jangan sampai kelupaan buat sedekah. Karena hemat pangkal kaya dan amal pangkal super kaya😀 Aaaamiiiin.

Saya tidak mencantumkan kartu kredit karena memang saat ini belum punya dan belum ada rencana punya. Nah itu tadi share saya seputar alokasi gaji. Saran saya sebaiknya begitu terima gaji langsung dibagi ke pos-pos tersebut. Bulan-bulan kemarin saya belum kepikiran mencatat pengeluaran bulanan. Tapi sekarang saya mencoba mencatat pengeluaran, cukup di excel aja kok, biar tahu kemana saja larinya uang saya. Kan sayang kalau punya duit tapi nggak jadi apa-apa, lewat gitu aja. Godaan terbesar saya? Hmmmm… belanja sih enggak, tapi ngopi di kafe sama kuliner. Ho ho.😀

Oiya, mumpung hari ini memperingati Hari Pahlawan saya mau ngucapin Selamat Hari Pahlawan ! Mari memberi dan berkontribusi untuk sesama.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: