Inovasi Tidak Boleh Mati

Seperti pagi-pagi biasanya, saya bangun, mandi, shalat, berangkat ke kantor dilanjutkan dengan sarapan bubur ayam depan kantor. Menurut saya ini adalah bubur ayam paling juara di Bandung. Kalau masalah rasa memang bukan yang paling enak. Tapi dengan harga 5000 rupiah saja, bubur ayam ini patut jadi juara. Karena ini bubur ayam termurah sekota Bandung yang sejauh ini saya temukan. >< Padahal kalau di rumah ada lho tukang bubur ayam lewat yang harganya 3000 rupiah😀

Karena makannya di pinggir jalan otomatis pemandangan yang saya dapatkan tentu bukan pemandangan pegunungan, apalagi ombak dengan pasir pantai. Sejauh mata memandang yang ada adalah pemandangan orang lalu lalang. Kemudian mata saya tertuju pada seorang bapak tua yang berjalan tertatih sambil membawa timbangan, di punggungnya tersandang sebuah tas ransel butut. Saya penasaran apa pekerjaan si bapak tua itu, teman saya si teteh Hesti menjelaskan kalau si bapak membuka jasa menimbang badan dan memeriksa tensi alias tekanan darah. “Periksa berat badan dan tensi?”, tanya saya heran. Karena baru pertamakali saya mendengar ada jasa semacam itu. Tiba-tiba saya jadi lemas, membayangkan berapa uang yang bisa didapat si bapak setiap harinya.

Saya teringat dengan beberapa jenis jasa yang mungkin dulu pernah populer. Di daerah rumah saya sering ada bapak-bapak yang berkeliling menjajakan jasa tambal panci dan reparasi payung. Hmmmm… beliau-beliau bisa menjadikan jasa tersebut sebagai matapencaharian, tapi itu dulu. Jaman sudah berkembang pesat, banyak sekali hal-hal yang berubah.
Bapak penambal panci tidak tahu bahwa jaman sekarang panci tersedia dengan berbagai jenis dan harga. Mulai dari yang murah sampai yang mahal. Rata-rata setiap rumah tangga memiliki panci lebih dari satu. Jadi kalau satu rusak masih ada cadangan yang lain.
Bapak reparasi payung masih bergantung pada payung-payung rusak yang saat ini lebih sering kita buang langsung atau kalau mau kreatif sedikit, kita perbaiki sendiri.
Begitu juga dengan bapak penjual jasa timbang dan periksa tensi tersebut. Saat ini orang-orang bisa menimbang badan dan memeriksa tensi dengan mudah di apotek atau puskesmas.
Saya rasa sudah waktunya beliau-beliau beralih profesi. Menggantinya sesuai dengan yang dibutuhkan orang saat ini. Memang susah saya rasa, karena selain butuh modal juga butuh keahlian. Tapi bukan berarti nggak bisa kan ya.🙂
Saya speechless, muncul perasaan ingin menolong tapi tidak tahu harus bagaimana. Ingin bertanya sudah berapa jauh beliau berjalan, ingin bertanya sudahkan beliau sarapan. Yang ada justru saya sekedar mendoakan.

                                    gambar diambil dari pinterest

Inovasi, adalah hal yang dibutuhkan dimana saja. Terlebih bagi para enterpreneur seperti bapak-bapak tersebut. Kasus ini juga menimpa perusahaan tempat saya bekerja yang sempat ‘telat’ bertransformasi. Yeaaah meskipun sekarang ini sudah mulai berjalan ke arah sana. Memang rawan bergerak di bidang jasa telco dan kurir, karena yang namanya teknologi terus menggempur kita tiap hari. Huahua. Jadi ya tantangannya kudu mau membuka mata, kuping dan hati lebar-lebar. Biar nggak ketinggalan kereta. Yakali kalau ketinggalan kereta bisa langsung dikejar naik pesawat jet. Masalahnya yang ada didepan mata itu cuma becak. Mau gitu ngayuh becak? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: