Mencari-Cari Alasan

Hey dear siapa saja yang tersesat di blog saya. Terimakasih sudah berkunjung. Mungkin blog saya ini kebanyakan nggak jelasnya dibandingkan manfaatnya ya. Ha ha :D 

Sama lah kayak yang punya blog, suka serba nggak jelas.
Well, saya sedang berusaha menumbuhkan kembali semangat dan kebiasaan menulis saya. I’m no longer a journalist or writer since I rarely write some articles or stories. Padahal nih ya, kemampuan menulis itu benar-benar mendukung seluruh aspek profesi. Jarang saya lihat sekarang ini orang yang hanya punya satu kesukaan atau kebisaan (apalah ini kebiasaan) saja. Kebanyakan sih mereka memiliki skill yang ditunjang dengan menulis. Dokter menulis, guru menulis, seniman menulis, traveller menulis, bankir menulis. Semua sudah mulai menulis sebagai penunjang baik hobi maupun profesinya. Nah, apalah saya ini yang hanya remah-remah rengginang di dalam toples. Meskipun teman saya bilang justru remah-remahnya itu yang dicari. Oke baiklah, saya remah-remah keren nan beken yang selalu dicari-cari.😀

Kenapa ya saya tidak serajin dulu menulis? Mungkin saya terlalu sibuk, ah oke-oke, sebenarnya saya terlalu malas. Atau mungkin saya sedang mencari jatidiri. *ABG kaleee mencari jatidiri* Ha ha. Siapa orang yang paling benci dengan orang yang banyak alasan? Kamu? Kalau saya justru merasa bahwa setiap orang butuh banyak alasan. Eh liat-liat dulu ya alasan yang kayak gimana. Misalnya nih, saya dulu suka banget nulis, kenapa ya saya bisa gampang gitu nulis? Ternyata karena saya banyak nganggurnya, ternyata karena banyak hal yang pengen saya ungkapkan, ternyata karena saya si ratunya galau, ternyata karena saya dibayar, ternyata karena saya bisanya cuma itu aja T________________T    menulis meracau ndak karu-karuan.

Nah, saya rasa di setiap aspek kehidupan kita sebetulnya kita butuh alasan. Sesimpel, kenapa sih saya mau bangun pagi-pagi dan berangkat ke kantor? Eh bukan berarti bangun langsung berangkat. Tentunya mandi dulu dong. :p Mungkin alasan satu dengan yang lain akan berbeda. Misalnya ada yang demi makan bubur ayam 5ribuan di depan kantor, ada yang karena emang suka kerja, ada yang meniatkan ibadah untuk nafkah keluarga, ada yang demi ketemu teman-teman. Apapun lah setidaknya temukan alasan yang menyenangkan agar kita nggak males dan teriak-teriak I Hate Monday ! -.-

Hal ini juga berlaku untuk kenapa kita harus kerja. Harus lembur cari duit. Harus begadang dan baca jurnal-jurnal njelimet demi nyelesein skripsi. Harus mengulang rutinitas yang terkadang bikin kita jenuh. Harus latihan keras demi turnamen ini dan itu. Kenapa? Bisa jadi untuk kepuasan pribadi, untuk memperjuangkan yang patut diperjuangkan, untuk menyenangkan orang-orang di sekeliling kita.

Kalau saya sih, saya berjuang sekuat tenaga demi kedua orangtua saya, demi adik saya, demi orang-orang yang menyayangi saya dan mendoakan saya dengan tulus. Saya ingin melihat mereka tersenyum bangga dan ikut merasa bahagia🙂

Ih saya kok gaya sih.

Yaya…at last, find your own reason fellas !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: