Ramadhan Hari Ke – 4 ~ Kewajiban Aqiqah

Kenapa ya bulan puasa selalu terasa cepat. Tahu-tahu sudah selesai melewati ibadah hari ke-4. Aaaah rasanya tidak ingin Ramadhan cepat berlalu.
Hari ini menu sahur saya ayam goreng dimasak dengan remah-remah seperti srundeng. Kemudian saat buka puasa saya dapat takjil dari si mbak yang bantu-bantu dikosan, kolak labu dengan kolang-kaling.
Saya sempet ketiduran pas detik-detik menjelang buka puasa, karena seger abis mandi tau-tau bablas aja. Bangunnya juga karena diketok sama si mbak.😀 Ternyata sudah magrib.
Pulang taraweh saya makan dengan nasi, mie instan dan nugget. *anak kos style*

Seperti biasa saya taraweh di masjid kompleks. Baru hari keempat tapi shaf shalatnya sudah kosong. Padahal biasanya orang-orang rajin kalau minggu-minggu pertama :p

Beberapa isi ceramah yang saya kutip :

“Hidup itu kesempatan kita berbuat baik sebanyak-banyaknya pada orangtua, suami, istri, anak-anak dan orang2 di sekitar kita.”

 

“Senakal2nya org yg sudah aqiqah masih lebih nakal yang nggak aqiqah”

Pak Ustad sempat mengangkat topik mengenai aqiqah. Bahwasanya aqiqah adalah kewajiban setiap umat muslim, baik pria maupun wanita dan tidak ada batasan usia melaksanakannya. Yang jelas kita hanya perlu melakukannya sekali seumur hidup, setelah itu gugur kewajiban.

Aqiqah, in Islamic terminology, is defined as sacrifice of an animal on the occasion of a child’s birth.
The performance of Aqiqah is highly encouraged. It is to be performed by the parents or the guardians of the child. Prophet Muhammad (peace be upon him) and his companions used to perform Aqiqah when they were bestowed with a newborn.
The best time to perform Aqiqah is on the seventh day after the birth of the baby.
There are many benefits in the performance of Aqiqah. One is the announcing the birth of the baby.  Being bestowed a child is a great blessing from the Creator. Another purpose is inviting family members, neighbors, and friends to celebrate the blessed occasion. The poor should be included in the celebration by offering them food and meat served on this occasion.
source

Yup, aqiqah bisa dibilang sebagai penebusan bayi yang lahir. Kalau jaman sekarang memang rata-rata bayi yang baru lahir langsung di-aqiqah-kan oleh orangtuanya. Memang lebih enak jadi bayi jaman sekarang, rata-rata orangtua sudah lebih sejahtera sehingga lebih mampu. Selain itu pengetahuan tentang ilmu agama juga lebih mudah diperoleh. Beda banget sama jaman dulu, dimana orangtua memiliki keterbatasan biaya dan ilmu pengetahuan.
Nah, jadi kayaknya kita perlu ngecek, apakah kita sudah di aqiqah atau belum.

Happy Ramadhan !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: