Selamat Datang Ramadhan

Hai Ramadhan selamat datang kembali.
Terimakasih sudah sudi menghampiri.
Alhamdulillah Ya Allah Engkau beri kami kesempatan beribadah di ladang berkahMu.
Semoga kami Istiqomah menjalankan ibadah, baik yang wajib maupun sunnah.

Selalu ada yang pertama untuk segala hal. Seperti Ramadhan kali ini yang akan terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bulan suci ini akan saya lewati jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Pertamakalinya puasaan sebagai anak rantau. Tentu saja ada yang terasa hilang. Beberapa hal yang akan saya rindukan, seperti :

* menyiapkan makan sahur untuk orang rumah
* shalat subuh berjamaah (dan akhirnya tidur lagi sampe siang) (anak perawan macam apa)
* memasak aneka ta’jil untuk buka puasa
* beli gorengan di deket masjid & pasar sama mama
* jalan kaki ke masjid komplek rame-rame buat taraweh
* memasak kue kering untuk lebaran
* nonton film korea seharian
* dateng buka bersama kesana kemari
* main-main ke ampel, kalau orang lain tujuannya ziarah makan Sunan Ampel yang ada saya sama temen-temen malah wisata kuliner. jajan kebab, samosa, es pudding, gulai kacang ijo, roti maryam. hahaha.😀
* i’tikaf di Masjid Agung Surabaya. Nikmatnya solat malem rame-rame, dimana 10 hari terakhir pasti makin penuh sesak

Tapi ya begitulah hidup, pasti ada perubahan yang nggak bisa dihindari. *macak bijak* *gigit kasur* *kunyah bantal*
Hal-hal yang begitu kita rindukan itu akan membuat kita bersyukur karena pernah mengalaminya. Tapi kemudian saya jadi merasa lebih beruntung mendengar cerita salah satu teman di tempat kerja yang asli Bandung dan pernah melewati bulan Ramadhan di Jayapura selama 4 tahun. Dia bilang di tahun pertama sampai menangis, selain karena jauh dari keluarga juga karena muslim disana minoritas. Jadi disekelilingnya banyak yang tidak berpuasa, belum lagi panasnya cuasa di Jayapura sampai bikin orang mau pingsan saking menyengatnya. Hm, lebih panas mana ya sama di Surabaya?|
Yeaaa saya jadi bersyukur karena toh meskipun jauh dari keluarga tapi lingkungan saya mayoritas muslim dan Insya Allah kondusif untuk beribadah. Yang jelas harapan saya agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk, peningkatan iman yang sering kali naik turun, bisa mengambil pelajaran dan esensi dari ibadah Ramadhan ini. Aaaamiiin. Saya juga bertekad bisa teratur solat Taraweh. Tadi saya sudah mengawali dengan taraweh pertama di mushola dekat kosan. Agak masuk gang-gang kecil gitu. Daaaan pembicaranya ngomong pakai bahasa Sunda. *mendadak roaming* *cari tombol subtitle* Haha. Kirain bakal pakai bahasa Indonesia yang lebih universal. Oiya, bu kos saya menyediakan makan sahur selama puasaan ini. Alhamdulillah. Baiknya ibu, Gusti Allah yang mbales ya bu😀

Mengapa saya sangat excited dengan datangnya bulan Ramadhan? Kenapa umat Muslim segitu gembiranya? Menurut saya ibarat makan, kita sudah terlalu banyak makan yang nggak sehat yang mengandung kolesterol, lemak, dll. Nah Ramadhan ini semacam detoks, layaknya kita sedang me-reset diri dari segala salah khilf. Masalah itu berhasil atau tidak yang kembali ke individu masing-masing.

Selamat datang Ramadhan nan mulia. Mari bercengkrama setelah lama kita tidak bersua🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: