Kenalan Sama Arafa Tea

Hari ini saya kedatangan tamu dari Surabaya, salah satu teman kuliah saya berlibur ke Bandung. Pagi-pagi jam 6 saya jemput dia ke stasiun masih dengan muka bantal dan hasrat tidur yang menggebu-gebu. Sesampainya di kosan saya dan dia ngobrol-ngobrol bentar dan jreng..jreng..kami tidur lagi. Ha ha. Wajar saja dia capek dan ngantuk karena baru saja menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam dengan kereta Mutiara Selatan.

Kami berencana keluar setelah Duhur namun rupanya cuaca berkata lain, kami tidak bisa kemana-mana dan terjebak di kamar kosan karena hujan terus-menerus turun sepanjang hari. Siang hari saya membuat bihun sarden serta menggoreng tempe dan telur dadar untuk makan siang. Akhirnya kami baru bisa keluar kosan setelah magrib, padahal kami sudah siap pergi sejak habis Ashar.

Tujuan pertama adalah ke rumah pemilik usaha Arafa Tea. Jadi ceritanya si Devi  teman saya ini adalah pecinta segala macam tentang green tea seperti saya, dia sudah berencana membeli bubuk green tea dan coklat green tea yang katanya cuma bisa didapat di Bandung. Karena salah satu teman kuliah kami sudah pernah membeli bubuk green tea di Arafa Tea ini sebelumnya, Devi mendapat rekomendasi dari dia.

Berangkatlah kami ke daerah Cigadung Raya yang menurut Google Maps (maklum, umat penganut aliran Google Maps) tidak terlalu jauh dari kosan saya. Ternyataaaaaaaaaaaaaaaaa… daerah Cigadung itu cukup luas, kompleks rumah pemilik Arafa Tea ini masih jauuuuuh naik ke atas. Bentuk rumahnya lucu, seperti vila dan tidak berpagar. Di sana kami mendapatkan kenyataan pahit bahwa ternyata transaksi penjualan Arafa Tea sudah tidak disitu lagi.  Tapi dipindahkan ke Bukit Pakar Timur di Dago Atas. Produk-produknya sudah dipindahkan ke outlet barunya. Saya meminta alamatnya karena penasaran ingin kesana, menurut teteh cantik anak pemilik Arafa Tea lokasinya tidak terlalu jauh.

Yuk mari kita berangkat.

Menyusuri jalanan Dago dan sampailah di deretan kafe-kafe terkenal nan mahal :p Ternyata tempatnya masih jauuuuuuh lagi masuk. Ancer-ancernya, setelah Selasar Sunaryo terus saja, sampai ketemu Tatia Cafe atau House of Tatia lupa namanya, belok ke kanan lewat jalan yang naudzubillah gelap, di kanan jalan nanti ada tulisan Open Sky, disitulah tempat Arafa Tea yang baru.

Disana kami memborong coklat green tea level 2 dan 3. Hihi, lucu kan, coklat aja ada level-levelnya. Semakin tinggi levelnya maka semakin banyak komposisi green tea dibandingkan white chocolatenya. Harganya nggak mahal, cukup 10.000 rupiah per batang. Cocok buat oleh-oleh. Selain coklat ada juga cracker green tea dan opak green tea. Selain itu Arafa Tea juga menjual bubuk green tea matcha latte seharga Rp 100.000/180 gr. Bubuk white tea Rp 125.000/30 gr, Bubuk Steamed Green Tea seharga Rp 60.000/10 gr, Pan-fired Green Tea seharga Rp 60.000/100 gr serta Black Tea seharga Rp 50.000/100 gr.
Aaaaah rasanya saya pengen ngeborong semua hal-hal berbau green tea tersebut buat dikonsumsi sendiri dan dikirim ke rumah, karena Papa saya pecinta green tea sama seperti saya😀

Gambar diambil dari Facebook Page Arafa Tea

Btw, saya baru tahu kalau green tea itu merupakan salah satu hasil teknik pengolahan daun teh. Dulu saya kira green tea merupakan jenis khusus tanaman teh hijau, berbeda dengan black tea.  ._____.

Oya, postingan saya ini bukan postingan berbayar lho. Tapi syukur-syukur kalau saya dapat kiriman gratis bubuk green tea latte yaa.. *ngarep*

Alamat Baru Arafa Tea :

Jalan Bukit Pakar Timur No. 45
Ciburial Open Sky.
Rumah Edukasi Teh

5 responses

  1. nice posting,, sungguh informatif,, kebetulan saya juga pecinta green tea, jadi punya rekomendasi baru nih,, good job sis,,

    1. makasi banyak gan ^^ senang bisa bermanfaat.

  2. Aku Cinta Indonesia | Reply

    Reblogged this on siAyi! diajar Sunda and commented:
    Arafa Tea

  3. Wah arafatea ya? Saya langganan tuh dari dulu tiap ke floating market pasti borong produk2 olahan greentea nya. Terutama opak green tea (jadi ngiler)

    Pernah juga sekali pas ketemu ownernya arafa di floating market Diajak ngobrol panjang tentang teh indonesia sambil disuguhin rendang green tea (tea enthusiast banget ampe rendang aja dipakein teh😛 )

    1. Hehe. Iya kayaknya totalitas banget ya kecintaannya sama teh😀 everything is all about tea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: