Anak Kosan yang Ingin Memasak

Satu hal yang wajib disadari oleh seorang anak kosan adalah jangan samakan kosanmu sama rumah. Hiks. Iyalah, namanya ngekos itu numpang di rumah orang, eh nggak bisa disebut numpang juga sih soalnya kan bayar. Kalau numpang berarti nggak perlu bayar dong :3 Intinya ngekos itu kita tinggal di rumah orang yang mau nggak mau aturannya harus ngikut si induk semang alias yang punya kosan.

Nah, dikosan saya yang lama dulu, ada dapur lengkap dengan kompornya, tapi nggak ada peralatan masak, makanya saya nggak pernah masak di kosan lama. Paling banter masak puding instan, mie, telor sama nasi goreng. Ha ha. Nggak bisa disebut prestasi sih -.-

Kemudian saya jadi semangat pindah ke kosan baru karena di kosan baru katanya boleh memasak plus memakai peralatan masak punya ibu kos. Hore ! Keuntungan lain yang saya dapatkan adalah teman satu kosan saya ada yang suka memasak. Meskipun yaaa.. saking sukanya dia cenderung perfeksionis, jadi sekali masak bisa berjam-jam, mulai dari perut laper sampai nggak jadi laper baru deh selesai masak. u.u Saya akui masakan dia enak, pintar meracik bumbu dan bikin sambal.

Semangatlah kami berdua memasak. Nggak setiap hari juga masaknya, biasanya kalau weekend, atau pas nggak  males dan sempet aja. Eh, satu kali saya kena tegur sama ibu kos, katanya kami terlalu sering memasak sehingga menghabiskan gas LPG. T_____T Katanya kalau masak cuma boleh waktu weekend aja. Yah, padahal kan kami memasak untuk menghemat uang belanja.

Satu hari giliran teman saya yang kena tegur. Katanya kami nggak boleh memasak malam-malam (serem juga bu kalau masak tengah malam -.-) Maksudnya masak di atas waktu magrib, alasannya berisik dan aroma masakannya mengganggu. Daaaaaaan tadi pagi kami lagi-lagi kena tegur di tengah-tengah membuat pecel sayur dan menggoreng tempe, katanya kami terus-terusan masak. Lhaaaah piye to? Saya sendiri jadi bingung, sebenarnya nggak boleh masak karena takut LPG abis, karena berisik atau karena aromanya yang semerbak.

Lalu untuk apa fasilitas dapurnya itu. -_______________- Sampai sekarang masih bingung apa solusinya. Padahal kami sudah terlanjur menimbun bahan makanan di dapur. Nahlo, harusnya ibu support hobi kami, sapatau kan besok-besok kami jadi juara master chef. 

Beginilah susahnya jadi anak kosan yang ingin memasak tapi banyak halangan dan rintangan menerjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: