Tentang Sebuah Nama

Kemaren malem tiba-tiba di add BBM sama salah satu temen pas kuliah. Trus dia bilang mau nanya hal penting yang sudah dipendam sejak pertama kali kenal sama saya. Nahlo … apa menurut kalian?
Dia bilang saya nggak boleh marah dan harus mau jawab pertanyaannya.
Setelah itu disusul dengan pertanyaan, “Namamu kan Anindita, kok bisa sih dipanggil Dedet? Darimana asalnya? Sumpah dari dulu aku penasaran banget.” Kira-kira seperti itulah pertanyaannya.
Wahahahhahaaa. Reflek saya langsung ketawa ngakak. Iya sih, sebetulnya nggak aneh kalau dia tanya kayak gitu, karena bukan hanya satu dua orang yang penasaran. Langsung saya bilang ke dia kalau saya mau bikin konpers eh press release buat jelasin asal usul nama panggilan keren nan beken saya. *dipentung orang sekampung*
Nama depan saya Anindita, saya suka nama itu. Bagus. Iya dong, pinter kan papa mama saya kasih nama. Terus saya dipanggil Dita dari lahir sampai SMP, kecuali eyang putri yang memanggil saya Anin.
Di bangku SMP ini nih yang mengejutkan. Rupanya saking bagusnya nama Dita sampai-sampai banyak orangtua yang memberi anaknya nama berunsur Dita dan Anindita. Mulai dari kelas A sampai J ada yang punya nama mengandung Dita atau Anindita. Bahkan saya masih ingat ada anak cowok kelas sebelah yang namanya Anindita Sigit -________- dan sering salah panggil pas pelajaran elektro karena kita digabung kelasnya.
Di kelas saya sendiri aja ada satu orang lagi yang namanya Dyta. Jadi ada 2 Dita dalam 1 kelas, membingungkan.
Ada satu kejadian konyol di SMP yang masih saya ingat sampai sekarang. Waktu itu ada murid yang membawa kunci koperasi, guru-guru tahunya yang membawa kunci bernama Anindita. Maka dipanggillah para Anindita yang ada di sekolah termasuk saya. Lalu kita ditanya satu-satu siapa yang membawa kuncinya. Hahaha.
Nah, dari nama Dita itu teman-teman segeng saya * ih apa sih geng-gengan? * *iya dong biar gaul, namanya juga ABG* suka memplesetkan dari Dit…Dit…jadi Det…Det… maka sejak itu teman-teman dekat memanggil saya Dedet. Tahu sendirilah saya orangnya baik hati, tidak sombong dan rajin menabung makanya saya rela nama panggilan Dita biar dipakai teman-teman saya yang lain, yang lebih membutuhkan. ><
Teruuuuus masuk SMA nama panggilan Dedet itu terus saya pakai. Dan itu cukup memudahkan karena ternyata lagi-lagi yang namanya Dita ada banyak, bahkan saya punya teman sekelas yang namanya Anindita.
Pasti deeeeh ada yang bilang "Waoo nama kamu pasaran banget." Biarin, yang penting orangnya cuma satu ini aja.
Keterusanlah saya dipanggil Dedet di kuliahan dan di tempat kerja. Karena nama saya unik dan keren aneh jadi gampang dihafal. Ho ho. Tanya aja sama orang-orang, siapa sih yang nggak kenal Dedet pasti jawabannya …
Banyak yang nggak kenal ._____.

Mama saya sempet protes, masa nama bagus-bagus Dita kok dipanggil Dedet. Tapi saya jelaskan kalau ini semua demi kemaslahatan umat. :p Sekarang malah si mama ikut-ikutan gitu manggil Dedet. Bahkan ada juga  teman saya yang memplesetkan Udet sama Dodot. -____________-

Sudah bertahun-tahun lamanya saya nggak memakai nama panggilan Dita kecuali untuk interview kerja. Sampai saat kerja ini saya kembali memakai nama panggilan Dita. Agak asing di telinga, bahkan kadang-kadang saya lupa kalau ada yang panggil saya Dita. Jadi saya ini sebenernya siapa -_________-

Nah begitulah cerita tentang nama panggilan saya, kalau kamu punya nama panggilan khusus atau unik kah?

Btw, nggak terasa sudah sebulan saya lewati jauh dari rumah. Mendengar kata rumah selalu terasa indah (:

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: