Kilas Balik Bina Mental di Pusdikajen Lembang

06/01
Pertamakali sampai di Lembang, pakai baju militer lengkap sama kopol & sepatu PDL. Handphone & barang berharga dikumpulkan. Makan snack cepet-cepetan. Makan malem sebakul diitungin.

07/01
Hari kedua, kami melakukan gladi bersih upacara pembukaan. Ukur tensi darah, Outbond yg diisi game-game biar kenal temen-temen sendiri. Tiarap, guling merangkak, push up, dijemur jam 12 siang. Makan siang nasi bungkus. Malemnya materi merangkai senjata pistol dan senapan. Telunjuk kanan berdarah kena pegas pistol. Telunjuk kiri kejepit pistol.

08/01
Dan hari ketiga ini kegiatan kami mulai dari senam. bela diri militer, baris berbaris. Lanjut ke Cikole buat outbond lagi. Outbondnya manjat tali-tali, nyebrang jembatan tali. Meninjau lokasi buat perang pakai senapan paintball. Diajarin lempar pisau sama kapak. Lanjut jelajah hutan malem-malem.

09/01
Hari ini alias hari keempat balik lagi ke Cikole buat perang-perangan ala militer. Baru jalan belom perang aja udah ngos-ngosan karena area buat perangnya jauh banget. Merayap-rayap kena tembak juga ><

10/01
Hari kelima, full latihan buat demo, mulai dari baris-berbaris, bela diri militer, merangkai senjata sampai lempar pisau kapak. Oiya, latihan yel-yel juga. Badan udah berasa dipukulin orang sekampung tapi haruuuuus tetep semangat. Dikit lagi pulang :p

11/01
Nggak terasa hari terakhir di Lembang. Padahal waktu hari pertama sama kedua waktu terasa lambat sekali. Ternyata sekarang sudah hari terakhir. Selesai upacara penutupan kita menampilkan demo. Alhamdulillah lancar jaya. Lanjut handphone kita semua dibagiin,  terus kita siap-siap pulang. Bye Lembang, Bye Pusdikajen. Terimakasih para komandan yang sudah melatih kami disana. Terimakasih sudah membantu menuliskan dan mewarnai hari-hari pertama saya sebagai anak rantau. I’ve got such a nice experience, eventhough my skin got burned .___.

Yeaah di hari-hari saya menjalani bina mental tersebut jadi terpampang nyata lho sifat dan karakter teman-teman saya. Mungkin memang nggak seratus persen, tapi paling nggak jadi cukup tahu tentang mereka. Jangankan sifat orang lain, sifat saya sendiri aja juga jadi saya sadari. Ha ha. Seru lah di Pusdikajen, sengsara bersama-sama tapi jadi banyak cerita. Toh disana masih diperlakukan manusiawi. Nggak ada acara main fisik, atau kata-kata kasar yang kelewat batas, semua sesuai dengan porsinya. Semua ada tujuannya. 

Saya jadi berpikir dua kali, kalau misalnya mau hijrah ke BUMN lain (ini kalau misalnya lho yaaa) berarti kudu dibina lagi dong mental saya -…- Huaaaaaaaaaaaaa… kalau cuma dibentak-bentak atau disuruh guling-guling sama tiarap sih nggak papa. Tapi kalau disuruh makan sebakul sama kulit terbakar lagi kok sedih juga yaa.. u.u

2 responses

  1. mantap..dipusdik ajen lembang bandung, saya juga pernah ditempa disana..satu hal yg paling saya benci..cuaca yg ekstrim banget..dingin banget bo…apalagi klo waktunya mandi pagi…kayaq disiram air dari kulkas…hik..hik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: