Berteman Dengan Keadaan

Waktu kecil kita akan selalu dinyamankan. Dilindungi dari segala hal yang menyakiti kita baik secara fisik maupun mental. Tapi semakin besar kita akan berjalan pada keadaan-keadaan yang nggak bisa dihindarkan. Kadang menyenangkan, tak jarang juga menyebalkan. Mungkin lebih baik belajar berteman dengan keadaan, tak perlu terlalu akrab apalagi jadi sahabat. Setidaknya kita tahu cara menghadapinya.
Memang banyak hal di luar kendali kita, meski tahu begitu tetap saja tidak lantas membuat hati tenang. Tetap ada kekhawatiran, kecemasan, seperti apa masa depan yang menanti. Kadang takut salah jalan. Buang-buang waktu cuma untuk menyusuri jalan buntu. Terpaksa putarbalik?

Hari ini mulai mengenal teman-teman baru. Menghafalkan nama satu-persatu dan itu cukup susaaaaaaah..oke itu sangat membingungkan😀
Teman sesama peserta MT namanya Mbak Nur, dia kos di tempat yang sama sementara ini. Sementara, karena kita sama-sama mau cari kosan lain. *semoga segera dapet* Dia dari Solo dan kesini diantar ibunya.
Sore hari iseng main ke kamarnya, ngobrol-ngobrol sampai jam setengah 10 malam. Ibunya mbak Nur guru SMP di Solo, ngajar mata pelajaran Agama Islam. Lihat ibunya jadi inget mama. Agak-agak mirip mama gitu orangnya, di sekolah galak tapi aslinya baik. Terus pengalamannya mirip-mirip mama. Mulai dari ribet sertifikasi sampai pengalaman pindah mengajar dari sekolah favorit ke sekolah babat alas. Dimana dua sekolah ini murid-muridnya punya background yang sangat berbeda.
Sebagai anak guru saya dan mbak Nur punya pengalaman yg sama, seperti harus membantu mengoreksi nilai ulangan dan membantu ibu-ibu kita belajar mengoperasikan laptop yang berujung pecah perang dunia ._____. Haha. Begitulah balada jadi anak guru.

Terus ada juga Ratih dari Lampung. Dia sama-sama dari jurusan Manajemen dan belom-belom udah ngajakin belajar bareng  O.O
Kita cocok apa karena sama-sama pakai behel? *yakali ada hubungannya*
Ratih ini beruntung banget karena dokter giginya dia adalah orang Bandung yg praktek di Lampung. Jadiii kalau dia mau kontrol gigi gaperlu pulang ke Lampung,tinggal dateng aja ke praktek dokternya yg di Bandung. Apa dokter Iqbal di delivery ke Bandung aja ya?😀
Semoga bisa akrab dan cocok sama temen-temen yang lain juga.🙂

Catatan hari ini,
Jangan seneng dulu kenal sama orang,belum tentu mereka seneng kenal sama kita. *tempel di jidat* :p

Insecure boleh-boleh aja sih, tapi judgement terlalu cepat bukan hal yg bijaksana … bijaksini … bijaksitu.

Love,
(dee) ♡

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: