Yuk Beralih Dari BBM Bersubsidi

Halo Sobat Bumi !
Bagaimana kabar bumi kita sampai hari ini? Sudahkan kita peduli?
Bisa dibilang bumi sudah sangat berbaik hari pada kita, salah satunya menyediakan sumber energi yang kita manfaatkan hingga detik ini. Tapi dengan segala kemudahan ini tanpa disadari kita jadi lupa bahwa sumber energi mulai menipis, sedangkan untuk memperbaharuinya dibutuhkan waktu yang sangat lama. Mungkin banyak alternatif energi yang bisa dimanfaatkan, tetapi tidak mengelola sumber energi dengan baik merupakan salah satu bentuk pelecehan pada bumi.
Nah, sebagai sobat bumi sebaiknya kita mulai berbenah yang dimulai dari diri sendiri. Banyak sebenarnya cara yang bisa kita lakukan untuk menghemat energi. Selain itu sumber energi alternatif juga sedang dikembangkan. Namun salah satu cara paling mudah yang bisa kita lakukan adalah beralih dari BBM bersubsidi ke BBM non-subsidi.

Membicarakan BBM subsidi dan BBM non subsidi merupakan hal yang sangat sensitif. Masih sangat banyak pro dan kontra di kalangan kita. Salah bicara bisa-bisa saya di demo orang satu kecamatan. He he. Baiklah biar saya coba jelaskan menurut pemahaman saya. Sudah bukan waktunya lagi kita memakai BBM bersubsidi. Karena BBM bersubsidi yang harganya jauh lebih murah dibandingkan BBM non subsidi membuat kita jadi boros menggunakannya. Secara psikologis saat menggunakan BBM bersubsidi kita jadi kurang menghargai dan kurang bijak, karena mudah didapatkan. Kira-kira begini gambaran umumnya :

Konsumen tidak berpikir dua kali dalam membeli kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Satu orang punya satu mobil yang seharusnya bisa diisi sesuai kapasitas mobil. Kendaraan pribadi seliweran kesana-kemari seharian tanpa memusingkan berapa banyak BBM yang dihabiskan.

Lalu bagaimana dengan penggunaan BBM non-subsidi dan dampaknya terhadap lingkungan? Tentu saja ada pengaruh yang signifikan apabila kita beralih ke BBM non-subsidi. BBM non-subsidi seperti yang kita tahu harganya dua kali lipat BBM bersubsidi. Dengan harga yang lebih mahal ini kita akan lebih menghargai penggunaannya. Gambarannya kira-kira seperti ini,

Konsumen lebih mempertimbangkan saat akan membeli kendaraan pribadi.  Satu kendaraan pribadi bisa digunakan bersama-sama. Selain itu kendaraan umum menjadi opsi.  Konsumen akan lebih bijak menggunakan kendaraannya, tidak untuk seliweran di jalan tanpa tujuan.

Keuntungan lain BBM non-subsidi dari segi teknis yaitu kualitasnya lebih bagus, sehingga pemakaiannya bisa efisien. Disamping itu BBM non-subsidi juga membuat mesin lebih awet dan gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya melakukan penghematan energi, namun dengan menggunakan BBM non-subsidi maka pemerintah bisa menghemat APBN. Anggaran untuk subsidi BBM dapat dialokasikan pada pos-pos lain seperti pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Jika ditinjau ulang, anggaran BBM tahun 2012 ini terus membengkak hingga mencapai angka sekitar 216 triliun rupiah. Sedangkan dalam pelaksanaannya, pemberian subsidi BBM tidak tepat sasaran hingga 77 %. Artinya sangat banyak penyalahgunaan subsidi BBM yang terjadi.

Sebenarnya siapa yang pantas mendapatkan subsidi? Tentunya mereka yang benar-benar membutuhkan. Tapi rupanya kita semua selalu bersikap memantaskan diri. Merasa berat membeli BBM non-subsidi dengan alasan mahal. Iya, saya akui cukup mahal dan terasa di kantong apabila harus membeli BBM dengan harga dua kali lipat dari yang biasanya saya beli. Tapi kita harus mulai sekarang juga, dari diri sendiri. Tidak bergantung pada subsidi pemerintah. Bagaimana dengan anak sekolah atau mahasiswa yang belum berpenghasilan? Tidak apa-apa belajar sedikit demi sedikit membeli BBM non subsidi, misalnya satu kali dalam satu bulan. Saya sendiri juga belum berpenghasilan lho😀 Tapi saya akan  membiasakan diri membeli BBM non-subsidi😀  Setidaknya kita menumbuhkan kesadaran untuk tidak memiskinkan diri. Sekaligus menjadi tantangan untuk lebih bijak  memakai energi.

Mari beralih dari BBM bersubsidi !😀

 

Pertamina

4 responses

  1. Tulisannya jleb sekali. Hehe.. Saya sendiri masih sering membeli BBM bersubsidi. Tapi sudah cukup rutin juga membeli BBM non subsidi. Saya sangat setuju hal seperti ini harus dimulai dari diri sendiri.

    1. Ayo kita semangat saling mengingatkan😀 aku sendiri nulisnya sambil menohok diri sendiri :p Terimakasih sudah mampir😀

  2. Rizky Yudia Putra | Reply

    Saya sudah beralih ke bbm non subsidi sejak masih kuliah semester 4 kalo ndak salah. Baru beli bbm subsidi pas harga pertamax dan sejenis tembus 10.000 baru belinya dicampur, misal beli 2,5 liter, pertamax 1,5 liter, premium 1 liter. Tulisannya sip dah.. semoga sukse blooger contestnya.

    1. Waaaah contoh yg bagus ini😀 Idenya juga bisa dicontoh.😀 Makasi mas sudah mampir. Amiiin semoga sukses. He he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: