Saat Dua Puluh Dua Tiba

Assalamualaikum,
Selamat Pagi Anindita.

Surat ini ditulis pada saat usiamu menginjak angka 22.
Ya, dua angka kembar berjejer yang menjadi pengingat
sudah berapa lama kamu menjalani hidup di semesta ini.
Bagaimana rasanya sudah bertumbuh hingga saat ini?
Pasti berbeda dengan saat-saat berusia 13 tahun atau 17 tahun.
Yang jelas sudah sepantasnya kamu tidak berhenti bersyukur
untuk semua nikmat yang tertuju padamu.
Kamu memiliki kedua orangtua yang utuh, menyayangimu, dan
memperhatikanmu. Meski terkadang galak, namun sebenarnya
mereka berdua diam-diam mengkhawatirkanmu.
Kamu memiliki seorang adik perempuan, yang biarpun kadang
membuatmu jengkel atau marah namun dia juga menyayangimu.
Kamu memiliki seseorang yang sangat peduli padamu, dia yang
namanya saja sering susah kamu sebut karena lidahmu yang
mendadak kaku. Kalian yang semestinya saling menjaga, saling
mengingatkan, saling memahami dan menguatkan satu sama lain.
Kamu yang memiliki teman-teman terbaikmu, teman semasa sekolah,
teman di bangku kuliah, juga teman-teman di tempatmu pernah bekerja.
Hari ini diawali pukul 00.00 lebih sedikit ketika seisi rumah membangunkanmu
sambil membawa blackforest dan lilin menyala. Kamu terbangun dan
meniup lilin itu sembari mengucap doa.
Pagi harinya, kamu mendapat lagi kejutan sebuah kue dan lilin kecil
tertancap di atasnya. Dari seseorang yang menunggu di ruang tamu.
Salah, sepertinya dia yang terkejut saat kamu tiba-tiba
datang. Kejutan kecil yang lucu, bukan?🙂
Sore harinya kamu pergi ke rumah sakit Darmo, menjenguk salah satu
saudara yang sedang berjuang melawan kanker getah bening.
Lagi-lagi kamu harus banyak bersyukur, dan diingatkan untuk menjaga
kesehatan. Apalagi hari ini sinusitismu masih kambuh, badanmu
terasa lemas dan panas dingin. Namun kamu bertekad tidak ingin merasakan
sakitnya. Kamu ingin menikmati setiap detik yang diberikan padamu.
Malamnya, kamu pergi ke Tunjungan Plaza, dimana teman-teman kuliahmu
ternyata sudah berkumpul. Sebuah roti bulat dan lilin angka nol yang mereka
bilang melambangkan bentuk tubuhmu sudah menunggu untuk ditiup.
Sebuah seremoni kecil, namun bermakna dan berarti besar bagimu.
Doamu, agar semua orang yang menyayangimu mendapat segala yang
terbaik dalam hidup mereka.
Ucapan yang berdatangan dari SMS, twitter maupun facebook membuatmu
bersyukur. Semoga doa-doa yang baik itu dijabah dan dikembalikan pada
pengirimnya.

Saat ini kamu sedang menempuh semester sembilan, di Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen. Ada empat matakuliah yang sedang diambil serta
kewajiban berupa skripsi yang menunggu diselesaikan. Kamu kuliah hanya
hari Selasa dan Jumat saja, selebihnya seharusnya bisa kamu gunakan waktu
yang ada dengan hal-hal yang bermanfaat. Banyak rencana-rencana hidupmu
yang belum terealisasikan, karena masih sekedar di angan dan belum dicoba.
Kuharap kamu mau lebih berani lagi untuk mengambil risiko. Karena tanpa
mencoba kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya. Setahun belakangan ini
memang banyak sekali hal-hal yang terjadi padamu. Senang, sedih, airmata,
dan doa semua bercampur menjadi satu. Nikmati saja semua yang kamu alami.
Karena dari situlah kamu akan belajar menjadi benar, jadi lebih baik.
Orang-orang datang dan pergi silih berganti dalam hidupmu, tidak perlu
sedih atau menyesal. Kamu tidak bisa meminta semua orang untuk tetap
tinggal. Bagaimana dengan masalah-masalah yang sedang kamu hadapi?
Selesaikanlah, benahilah segala yang bisa dibenahi semampumu.
Ingat, untuk tidak berlari atau sembunyi, karena itu bukan jalan keluar.
Lagipula, kalau bisa melewatinya berarti kamu sudah naik kelas, ke level
yang lebih tinggi.

Pesanku untuk kamu yang saat ini berusia duapuluh dua tahun,
jadilah pribadi yang lebih penyabar, pemaaf dan penyayang. Buang
segala penyakit hati seperti iri dan dengki. Jangan mendendam, karena
itu akan menyakitimu sendiri. Biarkan saja orang-orang yang menurutmu
kurang baik. Jagalah orang-orang yang menyayangimu.
Jadilah orang yang tidak pernah berhenti belajar, jangan capek, apalagi
menyerah pada keadaan. Bermimpilah, dan raih mimpimu satu-persatu.
Percaya pada kemampuan dirimu, bahwa kamu lebih dari sekedar mampu.
Tingkatkan ibadahmu, shalatmu, puasamu, mengajimu, sedekahmu.
Seimbangkanlah dunia dan akhiratmu. Berperanglah melawan segala
macam godaan dan hawa nafsu. Jadilah pemenang di medan pertempuran ini.
Tetap rendah hati, santun dan memperbaiki sifat burukmu.
Surat ini aku tuliskan untuk mengingatkanmu, kelak suatu hari saat kamu
membacanya lagi, semoga apa yang tertulis disini bermanfaat untukmu.
Baiklah, Selamat Ulangtahun Anindita.🙂

One response

  1. Saengil chukahamnida naen chinggu Det🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: