Belajar Berbesar Hati

Aaaaah…saya lagi patah hati… Bukan, bukan lagi bicara tentang makhluk lawan jenis berjuluk lelaki. Saya lagi kesel sama diri-sendiri, karena merasa gagal bertubi-tubi. *lebai* Iya beneran deh, mulai dari UTS yang sejauh ini terlalui setengah-setengah alias nggak ada yang menurut saya bener-bener mulus. Terus nilai ujian aplikom yang jelek banget. Haduh padahal saya ngerasa bisa, mana nilainya rada-rada aneh gitu. Soalnya ada yang dapet bagus padahal ngerjainnya juga gitu-gitu aja. Yaudahlah, skip aplikom, nggak masalah, soalnya masih bisa dibagusin juga.
Sebenernya yang jadi penyebab utama kegalauan bin gundah ini *halah* saya harus menerima kenyataan, bahwa saya nggak keterima di dua program yang saya apply. Ya ampun gitu doang ? Hemmm…masalahnya adalah orang-orang di sekeliling saya bisa membuktikan kalau mereka mampu. Adik kelas saya si Dhani bakal berangkat ke Trondheim, Norway sekitar Februari tahun depan selama 10 hari buat ikutan IsFit. Padahal ada sekitar 4000 applicant dan dia adalah satu diantara 400 orang yang terpilih melalui seleksi paper dari seluruh dunia. Big Wow, standing applause.🙂
Dan kemudian kemaren, juga temen-temen saya termasuk si Dhani pada heboh karena ditelepon IIEF buat panggilan wawancara program one semester course di USA. Ghea, Tino, Nurfi, banyak sih. Saya? Lagi-lagi nggak.
Oke, saya nggak pengen-pengen banget ke Amerika karena emang orientasi saat ini lebih pada tobat kuliah yang bener. Tapi, akibat sekeliling saya hebat, saya jadi mulai sangsi sama kemampuan sendiri. Yeaaah, saya merasa agak krisis pede, dimana selama ini jarang banget terjadi. Pertanyaan besar berputar-putar, apa yang salah dari saya? Terlalu bodohkah? Tidak mampukah?
Daripada sibuk memelas emang sih mendingan saya mulai evaluasi diri, koreksi diri, mana yang harus dibenerin. Ahh berjuta-juta rasanya. Nggak mau nyari pembelaan atau nyalahin siapa-siapa. Dan saya mengingatkan diri-sendiri, Allah itu Baik, jadi Berbaik Sangka saja padaNya. Mungkin ada hal-hal lain yang disiapkan untuk saya. Semoga!🙂
Tapi kaaaaaan pengeeeeen juga kayak mereka … Ha ha… Teteup… semoga saja saya bisa menyusul kesuksesan mereka.😀
Eh enggak ding, omong-omong saya jadi pengen upgrading kemampuan berbahasa Inggris yang notabene acak adul bin kacau balau. Juga pengen mengasah kemampuan menulis yang akhir-akhir terasa banget mengalami degradasi.  Masih banyak hal-hal kecil yang sering lupa saya syukuri, mungkin juga itu yang bikin Allah belum mau kasih nikmat yang lebih besar. Namun saya bener-bener belajar dari mereka, optimis dan berpikir positif itu perlu dibarengi dengan kerja keras, ucapan kan doa juga yaaa. Jangan keburu pesimis duluan.
Apa ya rencana saya ke depan, belum tahu sih, yang jelas saya pengen bisa bikin kampus saya bangga sebelum saya lulus dari sana. Amien amien amien.  Eh eh, gimana kalau UTS dulu yaaa. Beberapa jam lagi proposal metpen saya kudu dikumpulin. Sekarang malah asyik ngeblog. :p

Ayo dong hati, berlapang dadalah. Jangan kelamaan nyesek. Oya, jadi kepikiran satu quotes baru buat menghibur diri.
Ketika satu mimpimu pergi jangan mau terus berdiri di tempat yang sama, ciptakan dan kejar seribu mimpi lain. Karena dunia kita tidak terbatas. (dee)

One response

  1. i heart ur quote, dee
    ketika satu mimpi lepas, tangkap mimpi2 yg lain..

    ayoo tidurr..
    lalu bermimpi..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: