fehlen

Secangkir kopi serta sepotong rindu menjadi menu penutup sahur saya malam ini. Haha, silahkan saja tertawa kalau ternyata saya masih doyan bermelow-melow ria. Setelah kenyang makan soto sisa kemarin sore, saya butuh sesuatu untuk melegakan hati. Pilihan jatuh pada secangkir kopi instant. Ditambah dengan sepotong rindu yang tadi sudah saya katakan.

Bagi saya kopi dan rindu adalah dua objek berbeda yang sama. Iya, saya bukanlah seseorang yang baru mencicipi aroma serta rasa kopi. Sudah berpuluh-puluh gelas kopi aneka merek dan rasa yang saya coba. Tentu saja masing-masing meninggalkan kesan yang berbeda.

Sama halnya dengan rindu, perasaan ini memang bukan yang pertama. Meskipun dalam kurun waktu tertentu, tertuju pada subjek yang berbeda-beda. Rindu, perasaan yang luarbiasa. Membuat saya mampu tak tidur dari satu malam ke malam lain. Dengan konyolnya mencoba mencari pengalihan. Menghabiskan berlembar-lembar halaman buku untuk mengingkarinya.

Perasaan satu ini jadi pertanda, bahwa kita masih punya hati nurani. Bahwa kita masih patut bangga karena kita rindu menjadikan kita orang yang tidak egois. Bagaimana rasanya dengan rindu menahun? Saya penasaran, bagaimana seseorang bisa merindu sementara ia tak mampu menyampaikan kata rindu itu. Hm, pasti rasanya menyebalkan. Tapi bisa juga menyenangkan. Rindu membuat kita tahu, kalau kita masih peduli padanya. Meskipun bisa saja, ia tak pernah sadar rasa rindu itu ada.

Ya Tuhan, maaf jika saya meracau. Ini blog saya kan? Rumah pribadi saya berarti. Nah, artinya nggak masalah jika saya memenuhinya dengan segala macam racauan bego saya-yang-kekenyangan-nasi-dan-sedang-menunggu-subuh-tiba.

Omong-omong soal rindu, gara-gara sekarang ini bekerja. Saya jadi sangat menghargai perasaan itu. Tahu kenapa? Ya, karena meskipun tinggal serumah dengan mama, papa serta adik saya satu-satunya. Waktu saya untuk bertemu dengan mereka jadi tersita. Saya jauuuh lebih banyak berada di kantor, GOR basket dan PTC ketimbang saya ada di rumah.

Jadinya kan saya jarang sekali punya kesempatan bertemu dengan mereka. Kalaupun pulang, sudah pada tidur semua. Pas saya bangun tidur, semua sudah berangkat kerja dan sekolah. Hah, saya sampai merasa jadi anak kos-kosan yang sekedar numpang mandi dan tidur. Menyakitkan memang. Awalnya saya merasa terasingkan dengan situasi ini.

Sampai-sampai saya sempat lho punya perasaan mendadak pengen mewek gara-gara inget pengen ketemu ortu dan adik. Salah satunya waktu dikirim ke Malang, masa pas lagi evaluasi tiba-tiba saya ingat rumah. Saat itu pikiran saya Cuma satu. Bagaimana caranya untuk segera pulang. No way! Saya bukan anak manja dan cengeng, ini lebih kepada sebuah keterikatan yang kuat. Karena anggota keluarga saya memang jarang jauh satu sama lain.

Well, saya sekarang sudah punya trik sendiri biar nggak kangen rumah. Kalau pulang malam, sekalian saja nggak tidur. Nunggu orang rumah bangun, biar bisa ngobrol, nemenin sarapan juga. Baru deh setelah semua pergi, giliran saya yang pergi tidur. Kalau ada kuliah pagi ya langsung kuliah sekalian. Huhu, butuh pengorbanan memang ya!

Itu tadi kalau saya sedang rindu rumah dan keluarga. Beda lagi ceritanya kalau saya bicara rindu lawan jenis. Hahaha. Ketawa saja sudah cukup. Saya lampiaskan rindu itu dalam bentuk memenangkan ego saya. Benar sekali, saya akan mengingkari bahwa rindu itu ada. Biarpun memang benar-benar ada. Mbulet? Iyaaaaa, saya aja bingung kok.

Ceritanya lain kalau kamu yang saya rindukan itu pacar atau sahabat saya misalnya. Kan bisa saja saya kirim sms, ‘Kangen nih.’ Atau ‘Wah, pengen ketemu.’ Atau apalah itu namanya. Nggak membayangkan apa jadinya kalau sekarang saya mengirimkan sms semacam itu ke kamu. Minimal kamu ngetawain saya, maksimal saya dimusuhi seumur hidup. Ahoooo, kumat lebai nih!

Udah ah, subuhnya sudah datang. Waktunya sholat dulu. Semoga rindu kamu terbalas ya, atau setidaknya ada sarana buat menyampaikannya. Biar nggak pusing gara-gara gelisah susah tidur. (:

260909

04.45

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: