curhat colongan kala puasa

*sambil meredam jengkel*

smile

smile

Akhir-akhir ini di sekitar saya banyak kejadian beruntun. Semuanya mempertaruhkan satu kata bernama persahabatan. Never mention about the topic. Yeah, actually I really un-appreciate with something which write down in a kind of social networking. Oh c’mon girl, it’s not a good place to share what do you feel. When you feel something to someone, please let him/her know. When you write it on your status it just make everything getting worse. Do ya need everybody know about your problem, ha? Just think first, is it true or false. You cannot change what do ya say. everybody believe in what they read, in what they look. Not in the truth.😦

Perempuan kebanyakan mikir pakai hati. Saya juga perempuan. Ah, salah sih mikir dimana-mana pakai otak. Sayangnya kerja emosi lebih cepat dari otak. Saya nggak pernah pura-pura suka sama orang, kejelekan saya adalah sifat ceplas-ceplos yang lagi berusaha ditahan dengan susah payah. Jadi daripada mengira saya judes karena saya memang judes absolut, lebih baik nggak buang-buang waktu dengan mikir aneh-aneh.

Well, apa yang salah dengan mencoba bersikap benar? Saya toh nggak pernah punya niat macam-macam. Ibarat saya lihat eskrim enak tapi saya berikan sama teman saya. Soalnya saya tahu, kalau saya makan bisa batuk. Bisa pilek. Radang tenggorokan. Nah, temen saya yang lebih sehat tentu saja lebih berhak makan eskrim itu.

Nggak usah sok-sokan nyindir. Saya bukan orang yang ambil pusing. Saya sudah belajar mendalami ilmu tidak peduli. Saya menulis ini sambil emosi? Iya, saya sangat emosi. Tapi saya tahan agar tidak meledak-ledak. Rugi puasa saya kalau nurutin marah.

Saya tidak akan pernah lari. Tidak akan pernah. Saya tidak sedang sembunyi. Saya hanya menanggung risiko dari apa yang saya pilih. Ini jalan yang saya mau. Suka tidak suka, kalau kamu teman saya tolong dihargai. Saya tidak merasa sakit, merana atau apa. Tertawa bahagia jauh lebih melegakan hati. Saya mohon, jangan menilai saya macam-macam meskipun saya tidak berhak mengubah keadaan. Iya, iya saya salah.

*pusing*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: