He’s Just Not That Into You

Yap, judul ini saya ambil dari salah satu buku berjudul sama

yang baru saja diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama juga.

Buku karangan Greg Behrendt & Liz Tucillo ini saya beli udah lama. Tahun 2005, berarti waktu itu saya masih kelas 2 SMA. Waow, pasti dulu saya lugu dan polos sekali. He he.

Dulunya sih, niat beli buku ini Cuma iseng-iseng aja. Karena toh isinya juga menurut saya terlalu dewasa. Pembahasan tentang komitmen yang emang serius. Jadinya waktu itu saya nggak terlalu concern sama isinya. Tapi sekarang ini baru nyadar kalau apa yang dibahas sangat berkorelasi sama apa yang kejadian di sekitar saya. Makanya pengen saya bahas isi buku ini dari perspektif saya. (:

1. Seorang pria tidak benar-benar menyukai anda kalau dia tidak mengajak anda keluar.

Hup! Saya setuju dengan poin ini. Cowok pemalu sekalipun, atau nggak punya duit sekalipun pasti berharap punya kesempatan pergi keluar dengan gebetannya. Jadi kalau cowok itu suka sama kita (baca : cewek) maka dia bakal ngeluarin ajakan itu. Nggak ada namanya takut menghancurkan persahabatan. Lupakan! Itu cuma alasan.

2. Seorang pria tidak benar-benar menyukai anda kalau dia tidak menelepon anda.

Kalau menurut pengarangnya, cowok tahu cara memakai telepon. Itu bener. Terlalu sibuk atau dia adalah orang penting bukan alasan tepat buat mengabaikan percakapan telepon. Kalau dia nggak menghubungi kita, itu karena kita samasekali nggak ada di benaknya. Jadi buat apa capek-capek nunggu telepon yang belum tentu ada. Coba aja tanya ke kaum adam. Mereka bakal dengan senang hati meluangkan waktu buat denger suara cewek yang disukainya.

3. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia tidak berpacaran dengan anda.


Buat beberapa kasus mungkin ada situasi dimana ikatan ‘pacaran’ itu susah terwujudkan. Tapi pacaran nggak sesempit nembak dengan kalimat ‘aku suka kamu, maukah kamu jadi pacarku?’ Pacaran adalah komitmen yang diciptakan berdua. Kalau cowok itu bener suka sama kamu nggak ada alasan buat nggak berkomitmen, meskipun dalam situasi rumit sekalipun. Seenggaknya dia akan mengusahakan hal itu bisa terjadi.

4. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia tidak mau menyentuh anda.


Dilarang berpikiran macem-macem dulu! Tapi cowok kan manusia juga. Mereka suka sama kita, berarti mereka pengen selalu dekat dengan kita. Susah juga sih mendefinisikan sentuhan yang dimaksud. Kalau buat saya, mungkin semacam berpegangan tangan. Intinya dia ingin melewatkan waktunya buat ada di dekat kita. Tapi saya sendiri juga punya pengalaman. Dengan seseorang anonim yang pernah memegang kepala saya. Yah, mungkin buat kalian itu sih biasa aja. Tapi buat seseorang yang nggak biasa kayak gitu, itu patut buat dipertanyakan. He he.

5. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia berselingkuh.

rare thing called faithfull

rare thing called faithfull

Nggak satupun pembenaran dilegalkan buat selingkuh. Biarpun rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari rumput kita sendiri. Hm, di buku ini bahkan berulang-ulang ditegaskan. Tidak ada alasan untuk berselingkuh. Toh, selingkuh berarti mengkhianati diri sendiri. Ada apa dengan berterus terang pada pasangan tentang apa yang kita rasakan. J

6. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia hanya mau bertemu dengan anda pada saat mabuk.


Lewat deh! Mungkin ada yang punya cerita dan mau berbagi pengalaman?

7. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia tidak mau menikah dengan anda.


Nggak tahu ya, tapi saya sendiri masih takut kalau disinggung tentang menikah. Secara umur saya masih 19 tahun. Bukan berarti nggak ada niatan kesitu. Tapi belum ada soulmate-nya. (: Nah, mungkin sebagian besar cowok di usia saya memang masih takut buat bicara hal yang menjurus kesitu. Hm, tapi buat yang merasa sudah punya hubungan serius bisa coba ditanyain. Cinta bisa nyembuhin fobia terhadap komitmen. We deserve to get it, girl!

8. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia memutuskan hubungan dengan anda.

after it gone

after it gone

Putus, bagian sebagian besar cowok berarti emang benar-benar putus. Apapun yang dikatakan oleh kaum cowok punya tipikal beda sama cewek. Kaum hawa punya kemungkinan ada perbedaan antara omongan yang keluar dengan apa yang dirasakan dalam hati. Sedangkan cowok lebih tegas menyikapi perasaannya. Itu semua karena permainan bernama ego. (: Sebel juga sih.

9. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia menghilang dari hidup anda.

missing piece

missing piece

Nggak sms, nggak telepon lagi, nggak ada kabar. Kita bilang sih dia lagi ada di fase bimbang. Tapi coba lihat, berapa lama sih dia bimbang sampai lupa pernah kenal kita. Ada beragam spekulasi yang muncul. Yang paling mungkin, dia pengen mengakhiri hubungan tapi nggak cukup gentle buat melakukannya secara langsung. Yap, seperti ungkapan ‘ada hal-hal yang patut diperjuangkan dan ada yang tidak’. Dia termasuk opsi kedua. Hm…

10. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia sudah menikah.

not available

not available

Wow! Ini sih udah dalam taraf menguji kewarasan tingkat tinggi. Kalau ada yang pernah mengalami, atau mungkin lagi ngalami sebaiknya segera akhiri. Cinta equals kebebasan. Buat apa kita mencintai dia tapi kita nggak bebas punya hubungan. Secinta-cintanya kita sama dia, udah ada yang lebih berhak atas dia. Open your heart, open your mind.

11. Seorang pria tidak benar-benar mencintai anda kalau dia adalah si egois, suka marah-marah, dan aneh.


Orang bilang mencintai berarti bersedia membuat pasangan kita bahagia. Bukannya malah membuat pasangan jadi tertekan. Nah, apa artinya dong kalau kita sama dia tapi yang ada malah sumpek terus-terusan. Dia nggak berhak bikin kita ngerasa ketakutan atau nggak aman. Bahkan cowok paling kasar sekalipun, bakalan lembut sama cewek yang bener-bener dia sayangi. Hulk aja masih punya hati.

Well, jangan nanya perasaan saya saat harus menganalisa poin-poin yang ditulis sama Greg dan Liz ini. Asli saya merasa sangat tertohok. Karena saya jadi punya jawabannya sendiri. Simpel saja. Dia yang saya sayangi tidak merasakan hal yang sama. He he. Aneh juga, jadinya malah sambil nyelam minum air.

Hubungan antara cewek dan cowok sampai kapanpun bakal jadi objek menyenangkan buat dibahas. Mungkin keterbatasan bisa aja menghalangi langkah kita. Tapi saya selalu yakin, cinta bukanlah cinta sampai hal tersebut diusahakan. Diam bukanlah cinta. Menunggu bukanlah rasa.

Hmphh, capek juga bicara banyak-banyak tentang cinta. Tapi akhirnya saya jadi percaya ungkapan seorang sahabat. Cinta adalah hal yang logis, semua tergantung cara kita menyikapinya.

*seandainya tiga detik itu untuk selamanya🙂

One response

  1. ..athazagoraphobia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: