Saya Tentang Kamu

Masih dari saya tentang kamu.

Ah, andai kamu tahu, saya sendiri capek bicara tentang kamu. Kamu begini, kamu begitu. Kamu dimana, kamu kenapa. Kalau mereka yang jadi tempat saya berbagi boleh sehari saja mengajukan protes, saya yakin mereka bakal demo besar-besaran. Berderet poster dan spanduk akan dibentangkan. Tulisannya :

Stop, bicara tentang kamu.😀

hold my hand

hold my hand

Yah, kalau bisa segampang itu sih saya juga mau. Tapi saya nggak berdaya apa-apa. Tapi saya nggak terlatih buat mengabaikan. Kecuali pura-pura membuatmu terabaikan di depan saya. Memangnya kamu pernah peduli sama saya? Pernah khawatir sama saya? Pernah me-recognize keberadaan saya? Saya tahu jawabannya. Saya tahu. Hm, kadang-kadang saya penasaran. Kapan kamu akan mulai memijak bumi? Setidaknya bukan untuk saya. Karena kamu berhak dapat yang terbaik.

Kadang saya tertawa, hakikat rasa ini terlalu simpel. Ketika semua orang sibuk berhitung, menimbang value seseorang untuk dicintai. Tanpa saya duga ternyata hasil kalkulasi pribadi saya malah mengejutkan. Apa mungkin timbangannya rusak? Entahlah. Hebatnya, saya memilih bersanding dengan keegoisan. Jadi ingat sama ramalan tarot seorang teman, well itu memang ‘cuma’ ramalan. Tetap saja saya jadi terngiang. Dalam tarotnya dia membaca, saya masih akan diikat dan ditusuk oleh kamu. Semuanya kembali pada ketahanan saya. Pada kegigihan saya. Yang kemudian akan menguji seberapa mampu saya di’aniaya’ olehnya. Argh! Ironis. Kenapa sih saya harus memilih jalan yang seperti ini.

*already eat the painkiller*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: