Fearless (?!)

Asli, saat ini nggak ada perasaan lain yang saya rasakan selain satu kata itu. Terdiri dari lima huruf. Dengan huruf awal dan akhir yang sama. TAKUT.
Definisi TAKUT sendiri bisa dibilang semacam perasaan / emosi yang muncul dan dirasakan sebagai reaksi atas keadaan yang diperkirakan dapat menimbulkan bahaya yang bersifat spesifik. TAKUT juga merupakan reaksi gabungan antara pikiran dan perasaan yang timbul pada saat seseorang menghadapi sesuatu yang menurut pengalamannya berpotensi menimbulkan sakit atau bahaya.
Kenapa sih saya mesti takut. Ketakutan yang berlebihan. Konyol malah. Dan nggak pada tempatnya. Baiklah, bohong banget kalau saya bilang nggak tahu penyebabnya. Saya sangat tahu apa yang sedang terjadi sekarang.
Tugas itu. Yang sedang diberikan pada saya dan baru saja akan saya jalani. Hmphh… Seperti ada beban yang menghimpit. Kayak ditimpa pakai karung beras 50 kilo.
Sebenarnya, rasa takut ini dibarengi juda dengan prasangka lain. Karena menurut saya sebenarnya bukan saya yang dipercaya buat nyelesein tugas ini. Ada orang-orang yang jauh lebih mumpuni buat melaksanakannya. Tapi mereka malah ngilang satu-persatu.
Tinggallah saya disini. Sebagai sebuah pelengkap. Atau saya menyebutnya, orang-yang-maunggakmau-terpaksa-dipakai-soalnya-nggak-ada-lagi. Entahlah, saya kok kelewat pesimis sama diri saya sendiri.
Khawatir dan takut ini bikin saya mules. Deg-degan. Tegang. Sensasi nggak karu-karuan. Dan saya nggak ngerti harus membaginya sama sapa. Tugas ini berat. Lebih berat dari badan saya deh kayaknya. Tugas ini nggak masuk akal, lebih nggak masuk akal dibanding saya jadian sama Robert Pattinson a.k.a Edward Cullen.
Hm, saya butuh seorang motivator. Tapi yang ada, bukannya ngasih saya semangat malah bakal ngebentak-bentak. Atau ngatain saya apa gitu yang pedes dan jahat. Nggak papa deh. Saya terima. Haha. Daripada didiemin seribu bahasa.
Nah, saya ini nggak suka basket. Nggak bisa nulis olahraga. Tapi saya harus.😦 Harus bisa. Harus berusaha. Harus berjuang. Soalnya sebenernya ketakutan terbesar bukan karena takut dimarahin atau apa. Kalau toh harus dimarahi, dicaci, itu sih udah konsekuensi.
Masalahnya saya takut kalau nantinya mengecewakan banyak orang. Mengecewakan yang ngasih tugas ini. Mengecewakan partner saya karena kedodolan tiada tara. Mengecewakan si Bos Besar juga sih. Arghh!!! Belum apa-apa saya udah kayak gini. Keok. Nggak punya nyali. Payah.
Saya terus-terusan memberi sugesti buat diri sendiri. Semua bakal berjalan baik-baik aja. Biarpun saya nggak ngerti definisi baik-baik ajanya ntar bakalan gimana. Huks. Bingung mau mulai dari mana.
Gimana caranya biar saya bisa ngilangin ketakutan ini? Saya butuh penyemangat. Dan itu dia. Bukan kamu. (: Hoho. Malah minta yang aneh-aneh. Yep, tapi saya sangat butuh support itu. Saya butuh berbagi kekuatan. Dengan siapa saja. (dee)

an item which make me feel so afraid :(

an item which make me feel so afraid😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: