Kamu :)

The best thing about tonight’s that we’re not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don’t think that I am trying
I know you’re wearing thin down to the core

But hold your breathe
Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I won’t live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like me is impossible to find
I’m impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I’d never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed but I have loved you from the start

(Fall For You-Secondhand Serenade)

Yap, lagu diatas memang saya gubah seperlunya. Hm, seperlu saya sih tepatnya.

Untuk seseorang yang pernah membuat saya fall for him.

Hari ini tepat tanggal 1 Mei 2009. Tahu apa artinya? Tepat juga satu tahun saya bekerja disini. Tempat ini. Gedung biru yang banyak ceritanya. Satu tahun yang lalu dari sekarang, saya nggak pernah yakin bahwa saya akan bertahan selama ini. Tentu aja karena terlalu banyak faktor yang membuat saya berpikir seribu kali. Tapi ada seseorang yang menyemangati saya untuk bertahan. Menyemangati saya dengan caranya sendiri.  And it works. Meskipun si motivator itu hanya mampu bertahan selama satu even. Even pertama saya yang sebentar lagi akan terulang lagi.

Rupanya tanggal 1 Mei 2009 ini punya arti lain. Kenapa? Karena si motivator itu, sahabat terbaik yang pernah saya punya sudah mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Sebuah langkah baru. Yang pastinya bukan keputusan sesaat. Saya yakin ia sudah menimbangnya matang-matang. Ia sudah memperkirakan konsekuensi yang menghadangnya.

Benarkah saya kehilangan? Bohong jika saya bilang tidak. Namun kali ini saya merasa kehilangan dia sebagai seorang teman. Sebagai seorang partner, tempat belajar, tempat bercerita, begitulah.

Kita dikalahkan ego. Tunduk pada emosi, harga diri, dan segala embel-embel yang justru menjadikan nilai kita semakin rendah. Perlukah saya bertanya, ada apa dengan kita? Atau cukup diam merangkum yang pernah ada.

Ada yang sangat saya sayangkan saat ini. Bukan karena kamu pergi. Tapi karena kata maaf itu belum sempat sampai. Ada bagian dimana saya sudah memaafkan, dan berharap juga untuk dimaafkan.

Apa yang salah dari harapan itu? rasanya tidak ada. Tidak terlalu tinggi dan terlalu rumit. Saya sangat menghargai apa yang sempat terjadi. Rasa yang pernah ada. Semua itu nggak pernah saya mampu membalasnya.

Saya sedang sibuk memutar kembali video memori ini. Saat dimana kita berawal sebagai apa, disitulah saya ingin kita berakhir sama.  Terserah apa sebutannya.

Berceritalah lagi semua yang ingin kamu bagi. Rahasia hidupmu, iya itu, saya akan selalu menyimpannya. Akan menjadi apapun kamu. Tapi kamu berhak mendapatkan yang terbaik. Doa ini nggak akan pernah putus. Sama seperti saya yang sedang mendoakan dia. (:

Terimakasih.

*de2t*

2 responses

  1. FYI, postingan ini udah dibaca sama yang kamu maksud loh ^__*

    1. sapa emang yang aku maksud?😀
      gimana bisa baca? pasti kamu dalangnya.
      tanggungjawab!
      hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: