Dicari : Kartini Sejati!

teman setia :)

teman setia🙂

Cuma satu yang saya butuhkan saat ini. Sinkronisasi antara pikiran dan perasaan. Yap, saya mampu berpikir hal-hal yang logis dan realistis.Tapi hati saya ini susah banget buat tergerak melakukan hal yang sama.

Nggak usah jauh-jauh, saat ini saja saya harusnya belajar Statistik yang bakal diujikan nggak sampai duabelas jam lagi. Tapi apa yang terjadi? Saya malah keasyikan baca novelnya Dewi Lestari yang Perahu Kertas.

Sekarang ini saya harusnya belajar. Hati saya berontak bilang itu sia-sia buat sekarang. Jadinya saya malah buka laptop, utak-atik foto pakai photoshop. Dan sekarang tergerak bikin corat-coret nggak penting.

21 April memang sudah lewat. Tapi nggak berarti salah kalau sekarang saya sangat ingin bicara tentang kaum saya. Wanita. Jujur, dulu waktu masih kecil saya benci dilahirkan jadi wanita.

Saya bingung kenapa harus pakai rok. Kenapa harus sekolah dengan rambut dikuncir dua. Kenapa setiap pagi harus lari-lari keliling rumah, gara-garanya saya nggak mau dibedaki sama mama. Sampai sekarangpun muka saya ini nggak pernah tersentuh bedak.

Waktu jaman-jaman TK, saya sebel banget sama temen-temen cowok yang nggak mau ngajakin main layangan sama mobil-mobilan. Saya diejek-ejekin karena sayalah waktu itu satu-satunya cewek.

Tapi toh akhirnya saya bisa menghabiskan masa kecil dengan main layangan plus kelereng. Eh, nggak berarti saya nggak main masak-masakan lho. Tapi saya punya kesempatan main permainan cowok dan cewek.

Ada lagi, saya dulu syok berat waktu tahu setiap cewek harus datang bulan. Mens atau apalah itu istilahnya. Saya merasa nggak adil,kenapa cewek harus disiksa sedemikian rupa. Kenapa nggak kayak anak cowok aja.

Jadi cowok enak, kalau disunat dapet duit banyak. Hehe. Sumpah itu pikiran anak kecil yang polos nan lugu jaman dulu. Terus kalau cowok boleh manjat-manjat.(Biarpun saya juga suka manjat pohon pas jaman-jaman sekolah SD)

Selalu saya dengar setiap hari, cewek nggak boleh galak. Nggak boleh judes. Nggak boleh berkelahi. Nggak boleh ngomong kasar. Tapi cowok boleh ngumpat macem-macem. Fuhh…

Setelah agak gedean dikit. Saya paham. Jadi cewek itu istimewa. Menyenangkan. Meskipun memang bener, jadi cewek nggak boleh sembarangan. Kudu yang ati-ati. Dulu sih saya punya banyak idola cewek-cewek.

Lady Di, buat saya dia cantik banget. Baek banget. Down to earth. Nggak sombong. Banyak deh. Ada juga guru SD saya yang cantik, sabar, ngajarnya enak. Itu saya juga nge-fans. Termasuk tokoh Indonesia yang melegenda itu, R.A Kartini.

Pas kecil sih tahunya lagu Ibu Kartini yang terkenal itu. Yang bunyinya :

Ibu kita Kartini, putri sejati, putri Indonesia harum namanya

Wahai ibu kita kartini putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

Bener nggak sih bunyinya kayak iya. Setelah naik SMP, saya bisa mainin nadanya pakai recorder soprano sama pianika. Eh, baru pas lebih gede lagi saya paham apa maksud dari putri sejati itu.

Zaman sudah sangat maju. Tapi kita masih butuh sosok kayak beliau. Nggak harus melakukan hal yang sama sih. Kan saya nggak punya sahabat di Belanda yang bisa dikirimi surat. Minimal adalah menegakkan hak-hak cewek.

Kalau masalah kesetaraan gender, nggak tahu kenapa dari kecil saya merasa kritis dan concern dengan hal satu ini. Nggak mau kalah atau diremehin sama cowok. Kalau dipikir lagi, ada hal-hal yang udah jadi langkah pembuktian.

Lepas SMA, orientasi saya sudah berubah. Entahlah, dari tipe kepribadian koleris malah bergeser jadi melankolis abis. Hehe.

Eits, tapi bukan berarti saya berhenti memerangi penjajahan terhadap kaum saya. Semangat untuk itu masih ada. Dan semoga saya punya kesempatan.

Oke, kembali ke masalah Kartini-Kartinian. Kartini itu bukan ngerayain dengan karnaval atau bergaya pakai kebaya lengkap dengan kondenya. Saya aja pernah hampir glundung gara-gara pakai kebaya.

Jadi apa dong criteria tepat buat jadi seorang kartini? Smart, behave, tough, brave, strong, nice, friendly, ada lagi? Sebutkan! Sebutkan!

Semua cewek punya kans sama besar buat jadi seperti R.A Kartini. Yang membuat kita berbeda adalah senjata tempur kita. Dan jalan yang kita pilih. Tapi, tujuan kita sama. Membuat kaum perempuan jadi most valuable human.

Kalau kamu si jenius, kamu bisa bikin cowok kagum dengan kemampuan otakmu. Yeah, saya sih sangat mendukung kalau semua cewek itu WAJIB PINTER. Ups, bukan berarti harus rangking satu semua atau punya IP 4.

Kita wajib pinter dalam hal-hal yang bisa kita kuasai. Pinter membawa diri misalnya. Nggak nyablak kemana-mana. Pinter menghargai orang lain. Nggak melulu merendahkan orang lain.

Pinter pakai baju. Hm, bukannya mau sok menggurui harus pakai baju apa dan gimana. Tapi coba deh, liat-liat sikon kalau mau pakai baju mini atau kebuka-buka. Bisa-bisa di HAP! Sama makhluk lawan jenis.

Ketutup juga bisa modis. Nggak takut kepanasan atau kedinginan malah. Mau coba? (: Terus, pinter-pinterlah menggali potensi. Menyanyilah kalau kamu suka nyanyi. Menarilah dan terus tertawa, walau dunia nggak seindah surga. (Yang itu tadi emang super jayus, tanda-tanda saya mulai ngantuk).

Ada satu keistimewaan cewek yang bikin saya suka senyum-senyum sendiri. Cewek itu makhluk yang lebih pandai multitasking disbanding cowok. Lihat aja, ibu-ibu kalau ngomel bisa sambil jemur baju, goreng tempe, sama nyuapin anak.

Kalau bapak-bapak palingan Cuma bisa minum kopi sambil baca Koran. (Ampun papa! :p) Dalam sehari, cewek-cewek bisa menghabiskan kosakata jauh lebih banyak dibanding cowok.

Nggak heran, saya dan temen-temen dikantor dijuluki groupie alias grup rumpi. Haha. Kalau cowok-cowok mana bisa ngerumpi sesuka hari apalagi curhat tentang diri sendiri. Bukan berarti nggak ada, tapi jarang.

Yuk ramai-ramai jadi cewek tangguh dan extraordinary. Go Girl!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: