Yang Baru-Baru Di Tahun Baru (2009)

…tersenyum kepada dunia…

Yeahh, tagline yang tepat buat mengawali awal tahun. Nggak perlu muluk-muluk bikin resolusi yang pada akhirnya toh hanya sanggup bertahan selama beberapa hari. Padahal jelas-jelas satu tahun itu ada 365 hari.

Manusia nggak menjadi sempurna, salah satunya terbentur keinginan tanpa batas. Mana ada kata-kata puas dalam kamus kita? Makanya itu, nggak punya keinginan, cita-cita, mimpi atau harapan kok rasanya aneh.

Sekarang ini ada banyak sekali harapan, impian, cita-cita atau apalah itu istilahnya yang udah sibuk muter di kepalaku. Yang terpenting sih pencapaian target jangka pendek dan jangka panjang. Nantilah di akhir tulisan ini aku kutip harapanku, Cuma yang keinget aja sih. Soalnya sekali lagi, manusia nggak pernah puas. Unlimited. =)

Selalu ada hal-hal yang menjadi ciri khas suatu momen. Oke, kita ambil contoh Lebaran. Ketupat, salam tempel, baju baru, adalah ciri khas Lebaran. Natal, identik dengan pohon natal, hadiah, sinterklas. Ulangtahun, nggak seru tanpa ngerjain temen atau disiram sekaligus diceplokin telor. Halooo…Telor lho enakan digoreng. Balap karung, makan kerupuk, tumpengan, yang satu ini nggak pernah absen menghiasi perayaan tujuh belas agustus-an. Terus ada lagi satu momen yang selalu dimeriahkan. Tahun Baru.

Apa yang identik dengan tahun baru? Terompet, Kembang Api, Bakar-Bakaran *bukan bakar-bakar berbau anarki, misalnya jagung atau BBQ party ngono*, Hujan, dan satu lagi yang paling nggak penting sejagat raya se-alam semesta, konvoi di jalan. *EMOSI MODE : ON*

Sejak kapan seh tradisi ber-konvoi-menggunakan-kendaraan-bermotor-yang-bikin-jalan-macet-sekaligus-mbrebeki-kuping(membuat bising, red) itu dimulai? Siapa seh pelopornya? Apa tujuannya? Dimana keuntungannya?

Hosh…Cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ngelus dada, pas lewat jalan yang udah penuh motor-motor. Pake mainin gas gitu. Duh, kayak iya yang punya kuping Cuma mereka aja. Asap motornya juga nggak ketinggalan bikin andil memperparah global warming. Serem banget ngebayanginnya. Apa mereka semua nggak sadar, kesenengan mereka itu harus dibayar mahal sama orang lain. Bapak polisi. Huhuhu…

Iya..Iya tahu…Memang sudah kewajiban dan pekerjaan beliau menertibkan jalanan. Tapi alangkah baiknya kalau kerjaan yang sudah berat itu sedikit kita ringankan. Minimal jangan bikin ricuh. Jangan bikin konvoi gila-gilaan. Soalnya pak polisi itu sudah merelakan waktu beliau yang seharusnya buat keluarga. Anak istrinya ditinggal ngerayain tahun baruan buat ngurusin orang lain ngerayain tahun baruan. Wow, kalimat mbulet tingkat tinggi ni. Misalnya nih mau dibuat positif, mungkin orang-orang konvoi dijalan itu justru bikin pak polisi merasa tertantang. Merasa ada tantangan buat kerjaannya, jadi nggak lempeng-lempeng aja.

Haduh! Tetep aja yang namanya orang konvoi itu sialan. Bikin macet, bising, asap…nggak ada manfaat yang berarti.

Solusinya? Jangan merayakan tahun baru di jalan raya. Bikin di rumah sapa gitu. Ngumpul di lapangan atau taman juga bisa. Kan enak lalu lintas nggak terganggu. Ampun ya, marah-marah di blog sapa juga yang baca. Emang ada efeknya apa.

Yang jelas, tahun baru itu evaluasi tahun kemarin. Yang salah dibenerin, yang udah bener ditingkatin, yang belum ada direalisasikan. Moga-moga aja kita semua bener-bener jadi better person vo a great life.😉

Ayo, waktunya nulis harapan-harapan yang pengen dicapai. Apa dulu ya? Banyak banget ni.

Keluarga dulu deh…

Pengennya sih bisa lebih banyak quality time bareng keluarga

Bisa selalu bikin bangga ortu

Bisa jadi contoh baek buat si adek

Kuliah…

IPK nggak turun…Hoho. Amiennn…

Buruan ngabisin semua mata kuliah

Nggak mau ngulang, soalnya ngulang itu nyebelin banget

Karir. . .(Yang bener Karir apa Karier?)

Oke…Oke…

Maunya sih mencapai aktualisasi diri di tempat kerja

Bisa jadi great writer.

Terus, tetep betah di situ, dunno sampai kapan.

Kawan-Kawan…

Maunya jadi orang baik

Bisa terus nolongin orang

Jadi tempat curhat yang bisa diandalkan.

Masalah hati. Yeahhh…

Maunya sih ’ganti hati’ dengan ’hati baru’.

Sudah dilakukan, tapi hati barunya belum-belum udah keracunan lagi. Hahahha.

Last but not least…

Buat Diri Sendiri

Mau menyinari diri dengan aura positif. Biar nggak ngamuk-ngamuk melulu kerjanya. Nggak mau peduli sama kata orang yang belum kenal aku.

Apapun itu, semua harapan-harapan itu hanya tercapai dengan usaha keras sama doa. Betul kan? Sip…

Terakhir, Selamat Tahun Baru.

*sedang.mengecam.keras.perbuatan.israel.pada.palestina*

😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: