Sekolah dan Les Pelajaran

Malam ini saya iseng-iseng buka video di Youtube yang sedang heboh dibicarakan di TL saya. Video mengenai aktivitas kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI Jakarta ini di upload oleh akun PemprovDKI.
Saya tergelitik dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Basuki Tjahaya yang biasa disapa Ahok. Beliau saat itu sedang bersilaturahmi dengan Staff dan Karyawan Pemprov DKI.
Salah satu pernyataan beliau yang terkait dengan pendidikan adalah, “Saya heran mengapa anak sudah sekolah masih harus les. Kasihan yang kurang mampu nggak bisa ikut les. Tapi gurunya di sekolah malas ngajarin. Anak jadi pintar bukan karena sekolah tapi karena les.”

Saya merenung dan merasa bahwa apa yang beliau katakan itu memang benar adanya. Di berbagai kota besar rata-rata setelah seorang anak berjam-jam duduk di bangku sekolah, setelahnya masih harus mengikuti aneka macam les sampai sore bahkan sampai malam. Kalau seperti ini kalah dong jam kerja pegawai, menjadi anak sekolah lebih berat bebannya. Lalu kenapa harus sekolah kalau yang bikin pintar justru karena les? Sepertinya memang ada dua tujuan berbeda disini. Sekolah ‘hanya’ dijadikan tempat mencari ijazah, sedangkan les bermanfaat supaya anak menjadi bisa dengan pelajaran sekolah.

Padahal kita tahu sendiri biaya les itu tidak murah. Sangaaaaaattt tidak murah, apalagi dengan jaminan pasti bisa, pasti lulus ujian, pasti masuk sekolah yang bagus. Nah, iya kalau ortunya punya duit lebih buat les, sekali lagi kalau dia kurang mampu bagaimana? Tidak mampu bayar les, akhirnya nilainya kalah dengan teman-temannya yang les. Oleh karena itu seringkali mereka yang kurang mampu karena tidak les, nilainya kurang baik, ujung-ujungnya masuk ke sekolah swasta yang mutunya (maaf) mungkin ala kadarnya. Hal ini menyebabkan outputnya juga jadi kurang baik. Bukankan setiap anak tanpa memandang suku, agama, ras dan status sosial berhak atas pendidikan yang sama layaknya?

Saya sendiri juga saat sekolah dulu mengalami masa-masa itu, entah kenapa saya dan teman-teman berbondong-bondong mendaftar masuk ke tempat les yang kualitasnya cukup bagus di kota saya. Akhirnya saya sadar, mindset kami saat itu bahwa kalau kami ingin nilai ujian yang bagus berarti kami harus ikut les. Ah, apa itu artinya kami kurang percaya dengan pengajaran yang diberikan bapak ibu guru kami? Bisa iya bisa tidak. Mungkin beberapa dari kami akan berdalih, “Ah cuma buat tolok ukur saja kok. Lumayan dapat tambahan pengetahuan di luar sekolah. Dapat soal-soal latihan.” Asal tahu saja les itu capek sekali, saya dan teman-teman baru pulang ke rumah minimal menjelang magrib. Kalau dipikir-pikir sebenarnya cuma masalah cara belajar dan bagaimana mengatur waktu saja kok. Mau belajar sendiri di rumah juga bisa, tanpa perlu les segala. Buktinya selama kuliah kita jungkirbalik belajar sendiri tanpa ikut bimbingan belajar manapun dan kita bisa :)

Menurut saya sekolah yang bagus serta guru yang berkualitas bukan ditunjukkan dari seberapa banyak jumlah siswa yang lulus. Tapiiiiiii dapat dilihat dari seberapa banyak murid yang paham materi tanpa harus les :) Hehe. Keren nggak tuh kalau bisa lulus seratus persen murni dari hasil belajar di dalam kelas selama jam sekolah. :D
Buat bapak ibu guru, mohon agar bersedia mengajar semua murid-muridnya dengan sepenuh hati. Mau ditempatkan di sekolah manapun asalkan ikhlas menjalaninya Insya Allah pahalanya berlipatganda. :)

Yuk kita sekolah dengan sungguh-sungguh !

*Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Gerakan Indonesia Berkibar

Satu tanggapan

  1. setuju, setuju banget tuh om..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: